Wapres AS Mike Pence Janji Jaga Kesakralan Pelantikan Joe Biden
WASHINGTON, iNews.id – Wakil Presiden AS, Mike Pence, akan memastikan transisi kekuasaan kepada presiden AS terpilih, Joe Biden, berlangsung aman. Menurut dia, ini adalah bagian dari janjinya untuk menghormati dan menegakkan sejarah Amerika.
Janji itu disampaikan Pence sebelum menggelar briefing keamanan pelantikan Presiden AS di markas besar Badan Manajemen Darurat Federal. Dia juga mengungkapkan hal yang sama selama pertemuan dengan pasukan Garda Nasional yang menjaga Gedung DPR AS (Capitol). Pence termasuk pejabat yang ikut bersembunyi selama serangan di gedung parlemen Amerika itu pada 6 Januari lalu.
“Kita semua mengalami kejadian di hari itu (insiden 6 Januari), dan seperti yang dijelaskan presiden kemarin, kita berkomitmen untuk menjalankan transisi pemerintahan dengan tertib, dan pelantikan yang aman. Rakyat Amerika pantas untuk mendapatkan apa pun,” ujar Pence, dikutip Reuters, Jumat (15/1/2021) WIB.
Dia menyatakan, Biden dan wakil presiden terpilih Kamala Harris akan dilantik pada 20 Januari dengan prosesi sakral yang konsisten sesuai dengan sejarah dan tradisi AS. Pelantikan dengan cara yang memberikan penghormatan terbaik kepada rakyat Amerika.
FBI Peringatkan Unjuk Rasa Bersenjata Jelang Pelantikan Biden, Penjagaan Washington DC Diperketat
Pence juga bertemu dengan puluhan pasukan pengawal di luar Gedung Capitol. Dia berterima kasih kepada mereka karena telah memberikan pengamanan pada momentum yang begitu penting dalam kehidupan bangsa Amerika.
Pence, yang telah lama menjadi orang terdekat Presiden Donald Trump yang paling setia, sempat berselisih dengan Trump karena menolak perintahnya untuk menentang penetapan Kongres AS yang mengesahkan kemenangan Biden di Pilpres AS 2020. Setelah serangan di Gedung DPR AS, beberapa pendukung Trump mengecam bahkan mengancam membunuh Pence karena dianggap pengkhianat.
Donald Trump Dimakzulkan DPR, Ini Komentar Joe Biden
Sementara Trump, pada Rabu lalu menjadi presiden pertama dalam sejarah AS yang menghadapi dua kali pemakzulan oleh DPR AS. Tak hanya menghadapi tuntutan dari para politisi Partai Demokrat, 10 rekannya dari Partai Republik di DPR juga ikut mendukung upaya pemakzulan Trump. Mereka menuduhnya menghasut pemberontakan dalam serangan pekan lalu.
Wapres AS Mike Pence Tolak Opsi Pemecatan Donald Trump
Kendati demikian, Trump dan Pence berusaha untuk memulihkan keretakan mereka selama pertemuan di ruang kerja Oval Office di Gedung Putih, Senin kemarin. Para pejabat di istana keperesidenan AS itu mengatakan, mereka sangat kecewa dengan cara Trump memperlakukan Pence akhir-akhir ini.
Editor: Ahmad Islamy Jamil