Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Minyak Dunia Mendidih usai Trump Ancam Bombardir Infrastruktur Iran
Advertisement . Scroll to see content

Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:50:00 WIB
Walkot New York Mamdani Sebut Netanyahu Arsitek Genosida, Desak AS Tangkap
Wali Kota New York Zohran Mamdani mendesak Presiden Donald Trump menangkap Benjamin Netanyahu jika memasuki wilayah AS (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Wali Kota New YorkZohran Mamdani mendesak Presiden Amerika SerikatDonald Trump menangkap Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu jika memasuki wilayah AS. Desakan itu merujuk pada surat perintah penangkapan yang telah diterbitkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu.

Mamdani kembali menegaskan, Netanyahu merupakan penjahat perang. Menurut dia, pemerintah federal AS memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti surat perintah penangkapan ICC itu, sementara Pemerintah Kota New York tidak memiliki otoritas hukum untuk melakukannya.

"Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang, arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina," kata Mamdani, dalam pesan video yang diunggah di media sosial X, dikutip Kamis (23/7/2026).

Wali kota Muslim pertama New York itu menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas kematian lebih dari 73.000 warga Gaza, serangan terhadap rumah sakit, serta pemblokadean bantuan makanan dan kemanusiaan yang menyebabkan penderitaan besar bagi warga Palestina di wilayah tersebut.

Dia menambahkan, ICC memiliki dasar kuat saat mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024. Selain Netanyahu, mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant juga dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

"Siapa pun yang memiliki mata, hati, dan nurani, harus mengakui kehancuran yang telah dia timbulkan serta memahami bahwa dia pantas disidang di pengadilan," katanya.

Mamdani mengakui Pemerintah Kota New York tidak memiliki kewenangan untuk menegakkan surat perintah tersebut. Namun, dia menegaskan pemerintah federal AS memiliki wewenang untuk bertindak.

"Namun, pemerintah federal memilikinya, dan saya menyerukan mereka untuk bergabung dengan ICC, melaksanakan surat perintah ini. Saya ingin menegaskan kembali: Benjamin Netanyahu tidak diterima di Kota New York, begitu pula penjahat perang lain yang masih bebas," tegasnya.

Namun Trump pada Senin lalu menegaskan, Netanyahu tidak akan ditangkap di AS dalam bentuk apa pun.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut