WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) membantah melakukan operasi militer di perairan Rusia. Keterangan ini untuk menjawab tuduhan Rusia yang menyebutkan kapal perangnya mengejar kapal selam AS di perairan Pasifik pada Sabtu (12/2/2022).
Rusia menuduh AS melanggar hukum internasional dan membuat ancaman keamanan nasional atas insiden tersebut di saat ketegangan soal Ukraina sedang tinggi.
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Kantor berita Interfax, mengutip Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia, sebuah kapal Angkatan Laut Rusia mengejar kapal selam AS di perairan Pasifik. Disebutkan kapal selam tersebut mengabaikan perintah untuk muncul ke permukaan. Kru kapal fregat Marsekal Shaposhnikov Rusia menggunakan cara yang tepat untuk membuat kapal selam meninggalkan perairan Rusia.
"Tidak ada kebenaran atas klaim Rusia soal operasi kami di perairan teritorial mereka. Saya tidak akan mengomentari lokasi pasti kapal selam kami, tapi kami terbang, berlayar, dan beroperasi dengan aman di perairan internasional," kata juru bicara militer AS, Kapten Kyle Raines, dikutip dari Reuters, Minggu (13/2/2022).
Krisis Ukraina Makin Memanas, AS Kirim 3.000 Tentara Tambahan ke Polandia
AS, lanjut dia, biasa memantau aktivitas militer negara lain, namun tidak memasuki wilayah perairannya.
Terkait insiden ini, otoritas Rusia memanggil atase pertahanan AS di Moskow. Disebutkan, kapal selam AS terlihat di dekat Kepulauan Kuril pada Sabtu pagi saat Rusia sedang melakukan latihan AL dengan Armada Pasifik. Namun perintah itu diabaikan oleh kru kapal selam AS, sehingga kru fregat Rusia mengambil tindakan untuk membuatnya pergi.
Rusia Kerahkan Puluhan Kapal Perang ke Laut Hitam, Mau Apa?
"Kapal selam AS meninggalkan perairan teritorial Rusia dengan kecepatan maksimum," bunyi pernyataan Kemhan Rusia.
Tidak jelas secara spesifik di mana Rusia mengklaim insiden itu, namun bagian dari rantai Kepulauan Kuril juga diklaim oleh Jepang. Wilayah itu direbut Uni Soviet sejak akhir Perang Dunia II.
Rusia Rilis Gambar Kapal Perang Siluman, Bisa Bertempur di Permukaan dan Dalam Laut
Editor: Anton Suhartono