Waduh, Pembangkit Listrik Nuklir Chernobyl Dikuasai Pasukan Rusia
KYIV, iNews.id - Pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl berhasil dikuasai oleh pasukan Rusia. Hal ini disampaikan penasihat kantor kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak pada Kamis (24/2/2022) waktu setempat.
"Mustahil untuk mengatakan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl aman setelah serangan yang sama sekali tidak berguna oleh Rusia. Ini adalah salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini," ujar Podolyak dikutip dari Reuters, Jumat (25/2/2022).
Adapun pasukan Rusia mengambil alih pembangkit listrik tersebut, sementara pasukan Ukraina memerangi mereka di tiga sisi pada hari Kamis setelah Moskow melancarkan serangan darat, laut dan udara. Serangan ini merupakan yang terbesar di negara Eropa sejak Perang Dunia Kedua.
Beberapa pasukan Rusia berkumpul di 'zona eksklusi' Chernobyl sebelum menyeberang ke Ukraina pada Kamis pagi, kata sumber keamanan Rusia.
Polisi Ukraina Sebut Rusia Sudah Melakukan 203 Serangan Sepanjang Hari Ini
Rusia ingin mengendalikan reaktor nuklir Chernobyl untuk memberi sinyal kepada NATO agar tidak ikut campur secara militer, kata sumber yang sama.
Rudal-Rudal Rusia Hujani Ukraina, Disebut Perang Terbesar sejak Perang Dunia II
Bencana Chernobyl di Ukraina (saat itu Uni Soviet) mengirim awan bahan nuklir ke sebagian besar Eropa pada tahun 1986 setelah uji keamanan yang gagal di reaktor keempat pembangkit atom.
Puluhan tahun kemudian, lokasi tersebut menjadi objek wisata. Sekitar seminggu sebelum invasi Rusia ke Ukraina, zona Chernobyl ditutup untuk turis.
Youtuber Indonesia di Ukraina Gambarkan Kondisi Serangan Rusia: Sirine Buat Merinding!
"Pejuang kami memberikan hidup mereka sehingga tragedi 1986 tidak akan terulang," Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dalam tweet-nya sesaat sebelum pembangkit listrik itu diamankan.
"Ini adalah deklarasi perang melawan seluruh Eropa," kata Zelenskiy.
Invasi Rusia ke Ukraina Dianggap Serangan Terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II
Editor: Aditya Pratama