Viral, Kota di Australia Ini Dijual Online Rp117 Miliar
SYDNEY, iNews.id - Kota kecil bernama Licola di Negara Bagian Victoria, Australia, dijual. Berpenduduk hanya lima orang, Licola berlokasi sekitar 3 jam perjalanan dari Melbourne.
Kota tersebut dikelola oleh cabang Lion’s Club selama lebih dari 50 tahun. Namun warga setempat khawatir kota kesayangan mereka akan punah atau dikomersialkan setelah berpindah tangan.
Lion's Club menjual kota seluas 18 hektare itu dengan harga 6 juta hingga 10 juta dolar Australia (antara Rp70,4 miliar hingga Rp117,3 miliar).
Terletak di sepanjang Sungai Macalister, Licola terdiri dari bangunan kayu, toko, taman karavan, serta SPBU.
Orang Yahudi di Negara Barat Diminta Pindah ke Israel Pasca-Penembakan Australia
Licola biasa digunakan sebagai tempat transit atau peristirahatan populer bagi pelancong yang menuju Taman Nasional Alpine. Mereka biasa makan dan mengisi bahan bakar di Licola.
Dewan Lion's Village Licola menyatakan kota tersebut kini terlalu mahal untuk dikelola sehingga dijual online sejak akhir 2025.
Pria Muslim yang Cegah Penembakan Komunitas Yahudi di Australia Dapat Sumbangan Rp27 Miliar
Leanne O’Donnell, seorang warga pemilik toko, terkejut saat pertama kali mendengar rencana untuk menjual kota tersebut. Dia tinggal di Licola bersama anaknya serta seorang teman dan dua anak.
“Mereka memberi tahu saya bahwa bisnis mereka merugi selama 5 atau 6 tahun terakhir dan saya bertanya kepada mereka, ‘Jadi bagaimana saya bisa membantu Anda?’,” kata O’Donnell, kepada BBC, menceritakan percakapannya dengan dewan Lion's Club.
“Mereka kemudian menjawab, 'Kalau Anda tidak bisa mendapat beberapa juta dolar, tidak banyak yang bisa Anda lakukan',” kata O’Donnell, menirukan jawaban dewan.
Dia sangat mencintai kota tersebut dan khawatir akan jatuh ke tangan developer yang akan mengubahnya secara total. Sejak masa kontraknya berakhir pada 31 Januari 2026, O’Donnell tinggal di mobil van bersama putranya.
Penjualan kota tersebut juga menuai kritik dari penduduk kota sekitar. Lima penduduk Licola mungkin akan kehilangan rumah dan kota akan kehilangan karakternya.
Sementara itu seorang juru bicara Lion's Club menjelaskan penjualan terpaksa dilakukan setelah melakukan tinjauan terhadap operasional kota. Hasilnya, operasional kota tidak bisa lagi dilanjutkan dengan alasan membengkaknya biaya serta kondisi akomodasi yang sudah tua.
Petisi online untuk menyelamatkan tokonya telah mengumpulkan hampir 8.500 tanda tangan.
“Bisnis seperti permata ini dan pemimpin warga seperti Leanne harus didukung, bukan dihancurkan dan diremehkan,” kata netizen di petisi tersebut.
Editor: Anton Suhartono