Usir Tamu Kulit Hitam, 2 Staf Hotel DoubleTree Portland AS Dipecat
NEW YORK, iNews.id - Hotel DoubleTree Portland, Amerika Serikat (AS), memecat dua staf mereka, setelah terbukti mengusir seorang tamu keturunan Afrika-Amerika yang sedang menelepon di lobi. Hal itu diketahui lewat sebuah rekaman video.
Jermaine Massey (34) dituduh 'berkeliaran' di hotel itu oleh seorang penjaga keamanan. Petugas itu lalu mengatakan kepadanya bahwa mereka menghubungi polisi untuk mengawalnya keluar dari gedung hotel.
Massey, yang saat itu sedang menelepon ibunya, menjelaskan bahwa dia adalah tamu di hotel itu. Namun petugas itu menjawab, "Tidak lagi."
Petugas keamanan tersebut, yang menurut media AS bernama Earl Meyers, mengatakan kepada Massey bahwa dia mengancam keamanan di sana dan akan diminta pergi jika tidak dapat memperlihatkan nomor kamar.
Pengacara Massey, Greg Kafoury, mengatakan kliennya lalu menunjukkan kartu akses kamarnya.
"Satu-satunya kejahatan Massey adalah menelepon ibunya sebagai orang berkulit hitam," kata Kafoury.
Pengacara itu mengatakan, manajer hotel, yang juga terekam dalam video, menelepon polisi.
Massey lalu digiring ke kamarnya untuk mengemasi barang-barangnya dan dikawal keluar dari tempat itu oleh petugas. Dia diberitahu bahwa nantinya bisa mengajukan pengaduan kepada hotel.
Massey lalu memposting rekaman video cuplikan peristiwa itu yang diambil lewat telepon selulernya ke media sosial.
"Saya dicap secara rasial dan didiskriminasi karena bertelepon di lobi," tulisnya di Twitter.
Pada 29 Desember 2018, jaringan hotel DoubleTree yang dimiliki oleh Hilton, mencuit di akun Twitternya bahwa mereka meminta maaf atas insiden itu.
"Kami memiliki nol persen toleransi untuk rasisme dan memohon maaf sebesar-besarnya kepada Tuan Massey," kata pihak hotel.
Doubletree menekankan cabang hotel mereka di Portland tersebut tengah bekerja sama dengan para pakar keberagaman terkait hal itu.
Banyak pengguna media sosial mengkritik lambatnya respons hotel -yang baru terjadi sepekan setelah kejadian- dan menuduh mereka hanya meminta maaf untuk tujuan kehumasan.
Tim pengacara Massey meminta hotel menjelaskan secara rinci alasan Massey dianggaps sebagai ancaman terhadap keamanan di hotel. Mereka juga mengatakan sedang menyelidiki berbagai laporan serupa dari Hotel Hilton lainnya.
Editor: Nathania Riris Michico