Usai Paksa Israel Setop Serang Iran, Trump Klaim Perundingan Damai Bisa Diteken dalam 3 Hari
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan perundingan damai dengan Iran berlanjut setelah Iran dan Israel sepakat menghentikan serangan.
Trump, dalam pernyataannya kepada wartawan setelah menghadiri laga final NBA di New York, mengatakan negosiasi dengan Iran masih berlangsung, termasuk membahas soal nuklir. Dia mengatakan, perundingan tidak berhenti selama perang Iran-Israel pada Minggu dan Senin.
Bahkan, Trump yakin kesepakatan untuk mengakhiri perang bisa dicapai dalam 2 atau 3 hari mendatang.
"Kita berada di tahap akhir, dari apa yang akan menjadi kesepakatan sangat, sangat baik, yang tidak akan memungkinkan senjata nuklir, dll," kata Trump, seperti dikutip dari Anadolu, Selasa (9/6/2026).
Dia mengeklaim, Iran juga setuju untuk segera membuka Selat Hormuz.
"...Penandatanganan, yang bisa terjadi dalam 2 atau 3 hari," ujarnya.
Ketegangan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari. Gencatan senjata yang ditengahi Pakistan, berlaku pada 8 April, mengalami ujian terberat setelah Israel mengebom ibu kota Lebanon, Beirut, yang memicu pembalasan Iran pada Minggu (7/6/2026) malam.
Beberapa jam kemudian atau pada Senin dini hari, Israel menyerang Iran dalam beberapa gelombang.
Di hari yang sama, Militer Iran mengumumkan penghentian serangan terhadap Israel. Meski demikian Iran memperingatkan akan kembali menyerang lebih keras dan menghancurkan jika Israel melanjutkan serangannya terhadap Lebanon.
Israel juga setuju menghentikan serangan terhadap Iran, setelah Trump berbicara dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, namun akan terus melanjutkan operasi militer di Lebanon Selatan.
Editor: Anton Suhartono