Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hubungan AS-Iran, Trump Sebut Damai Sudah Dekat
Advertisement . Scroll to see content

Trump Tersinggung Disebut 'Tua' oleh Kim Jong Un, tapi Ingin Berteman

Senin, 13 November 2017 - 11:37:00 WIB
Trump Tersinggung Disebut 'Tua' oleh Kim Jong Un, tapi Ingin Berteman
Donald Trump tersinggung disebut 'tua' oleh Kim Jong Un (Twitter)
Advertisement . Scroll to see content

HANOI, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat cuitan di akun Twitter-nya pada 11 November 2017 yang menunjukkan ketersinggungannya atas pernyataan Kim Jong Un. Pemimpin Korea Utara (Korut) itu menyebut Trump dengan 'tua'.

Trump heran mengapa Kim Jong Un menghina dirinya dengan sebutan 'tua', padahal dia mengaku tidak pernah menghinanya.

"Mengapa Kim Jong Un menghina saya dengan menyebut saya 'tua', ketika saya tidak pernah menyebut dia 'pendek dan gemuk'," tulis Trump.

Masih di cuitan yang sama, Trump mengungkapkan pernyataan yang tidak biasa, yakni berharap suatu saat bisa menjadi teman Kim Jong Un. Padahal saat ini mereka tengah berselisih soal program nuklir.

"Oh, sungguh, saya sudah berusaha keras untuk menjadi temannya, dan mungkin suatu hari itu akan terjadi!" cuitnya.

Trump menulis komentar tersebut setelah menghadiri pertemuan KTT APEC di Danang, Vietnam.
Bukan hanya di akun media sosial. Saat tiba di Hanoi, Trump kembali mengungkapkan harapannya suatu saat bisa menjadi teman Kim Jong Un.

"Itu akan sangat, sangat menyenangkan. Ini mungkin suatu hal yang aneh, tetapi itu bisa saja terjadi (menjadi teman Kim Jong Un),” ungkapnya.

Sebelumnya Trump kerap melempar penyataan kecaman terkait program senjata nuklir dan misil Korut. Apalagi Korut sudah enam kali melakukan uji coba senjata nuklir yang bisa mengancam negara-negara di Pasifik. Saling balas pernyataan pun terjadi. Kim Jong Um pernah mengancam akan menyerang, dan Trump membalas tidak akan main-main merespons serangan itu. Belakangan, sikap Trump soal Korut melunak, dia setuju dengan langkah China yang menyarankan perlunya perundingan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut