Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Ngotot Caplok Tepi Barat dari Palestina
Advertisement . Scroll to see content

Trump Telepon Emir Qatar, Janji Israel Tak Akan Serang Lagi

Rabu, 10 September 2025 - 14:18:00 WIB
Trump Telepon Emir Qatar, Janji Israel Tak Akan Serang Lagi
t Donald Trump langsung bergerak cepat setelah insiden serangan Israel ke Qatar yang menimbulkan kegemparan internasional (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump langsung bergerak cepat setelah insiden serangan Israel ke Qatar menimbulkan kegemparan internasional. Trump langsung menghubungi Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani seraya menjanjikan serangan semacam itu tidak akan terulang.

Dalam pernyataan di Truth Social, Trump menegaskan serangan Israel ke sebuah bangunan di Doha, Selasa (9/9/2025), sepenuhnya keputusan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Menurutnya, tindakan itu tidak sejalan dengan tujuan perdamaian yang sedang diupayakan.

Untuk meredakan ketegangan, Trump segera menghubungi Emir Qatar. Dalam percakapan itu, dia berjanji bahwa Washington akan memastikan Israel tidak lagi melancarkan serangan ke wilayah Qatar.

“Presiden Trump meyakinkan Emir Sheikh Tamim bahwa insiden seperti ini tidak akan terjadi lagi,” demikian laporan sumber diplomatik di Washington DC.

Sementara dalam postingan di Truth Social, Trump menyebut serangan itu murni insiatif Netanyahu.

“Pengeboman sepihak di Qatar, sebuah negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat, tidak memajukan tujuan Israel maupun Amerika,” tulis Trump.

Trump mengakui Israel sudah memberitahunya sebelum serangan, namun upaya utusan khusus AS Steve Witkoff untuk memperingatkan Qatar terlambat. Hal ini memicu kekecewaan mendalam dari Doha, yang menyebut baru mengetahui rencana itu saat ledakan sudah terjadi.

Sebagai tindak lanjut, Trump menugaskan Menteri Luar Negeri Marco Rubio untuk mempercepat Perjanjian Kerja Sama Pertahanan dengan Qatar. Langkah ini dipandang sebagai jaminan politik sekaligus sinyal kuat bahwa AS tidak ingin kehilangan peran penting Qatar sebagai mediator dalam konflik Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut