Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jelang Final Piala Asia Futsal 2026 Indonesia Vs Iran, Lalin di Sekitar GBK Macet
Advertisement . Scroll to see content

Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah, Dianggap Kemenangan bagi Putin

Kamis, 20 Desember 2018 - 09:40:00 WIB
Trump Tarik Pasukan AS dari Suriah, Dianggap Kemenangan bagi Putin
Pasukan militer AS di Suriah. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Keputusan Presiden Donald Trump memerintahkan penarikan penuh pasukan Amerika Serikat (AS) dari Suriah setelah menyatakan ISIS kalah menuai kecaman dan kemarahan negaranya.

Bahkan, seorang pejabat Pentagon mengkritik dengan menganggap hal itu sebagai kemenangan Rusia dan Presiden Vladimir Putin.

Pada Rabu (19/1/2018), Trump menyatakan kemenangan atas kelompok ISIS. Dia memerintahkan penarikan sekitar 2.000 pasukan AS dari Suriah dalam 60 hingga 100 hari ke depan.

Trump sebelumnya sudah secara terbuka menyampaikan niatnya untuk menarik pasukan AS dari Suriah pada Maret. Namun, para pejabat senior di pemerintahannya mengatakan pasukan AS akan tinggal di negeri Presiden Bashar Al Assad itu tanpa batas.

Jake Tapper, jurnalis CNN, mengutip seorang pejabat Pentagon yang berbicara dalam kondisi anonim, menyebut keputusan Trump sebagai kemenangan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Menanggapi hal ini, seorang pejabat Pentagon bertanya kepada saya; jadi kapan Rusia mengumumkan kemenangan mereka?" cuit Tapper lewat akun @jaketapper, seperti dilaporkan NBC News, Kamis (20/12/2018).

Mantan penasihat kebijakan luar negeri Hillary Clinton, Jesse Lehrich, menyesalkan keputusan penarikan pasukan AS. Dia menilai langkah itu akan membesarkan Presiden Suriah Bashar Al Assad dan memperkuat Rusia serta Iran.

"Tidak ada jawaban yang mudah di Suriah dan menerima pasukan pulang ke rumah adalah tujuan yang layak, tapi 1. Ini bohong—Pentagon mengatakan demikian. 2. Penarikan tiba-tiba tidak hanya akan menghirup kehidupan baru bagi ISIS, tetapi juga banyak bahaya bagi sekutu kita dan tujuan strategis di wilayah itu," ujarnya.

Senator Republik, Marco Rubio, juga tidak setuju dengan penarikan pasukan AS.

"Itu kesalahan kolosal dan kesalahan besar yang akan memiliki dampak signifikan dalam tahun-tahun dan bulan-bulan mendatang," katanya.

Rubio menggemakan penilaian Lehrich bahwa penarikan AS akan mengubah Suriah condong ke Rusia dan Iran. Menurutnya, langkah itu bisa mengarah pada konflik lain antara Israel dan Hizbullah yang didukung Iran.

"Dan memberi kekuatan pada argumen (hipotetis) oleh Rusia dan China bahwa Washington sekutu yang tidak bisa diandalkan," kata Rubio.

Senator Republik lainnya, Lindsey Graham, mengatakan penarikan pasukan AS akan menjadi kesalahan besar seperti yang dilakukan Obama, yang memungkinkan kebangkitan ISIS dan menempatkan Kurdi dalam bahaya.

"Dengan segala hormat, ISIS tidak dikalahkan di Suriah, Irak, dan setelah baru pulang dari berkunjung ke sana, tentu saja bukan Afghanistan," katanya.

Ahli Suriah dari Dewan Atlantik, Faysal Itani, juga kecewa dengan prediksinya.

"Saya kira ISIS akan kembali dalam beberapa bentuk dalam setahun; dan mengusir Iran dari Suriah tidak akan tercapai jika AS tidak berada di Suriah sama sekali," katanya.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut