Trump Tak Terima 31% Mahasiswa Harvard dari Luar Negeri: Seharusnya Tak Segitu!
WASHINGTON, iNews.id - Perseturuan antara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dengan Universitas Harvard semakin memanas. Presiden Donald Trump dalam pernyataan terbarunya mempertanyakan komposisi mahasiswa asing yang begitu besar di Harvard.
Menurut Trump, persentase mahasiswa asing di Harvard berdampak negatif bagi kesempatan warga AS dalam meraih pendidikan bermutu.
"Saya tidak akan mempermasalahkan mahasiswa asing, tapi seharusnya tidak sampai 31 persen," ujarnya, seperti dikutip dari Sputnik, Senin (26/5/2025).
Menurut Trump, 31 persen mahasiswa asing bagi Harvard terlalu banyak. Oleh karena itu, kesempatan warga AS yang ingin masuk menjadi berkurang.
Profil Putri Belgia Elisabeth: S1 Oxford, S2 Harvard Terancam Kandas
"Mereka tidak bisa masuk karena ada 31 persen warga negara asing," kata Trump.
Trump lalu mengulangi seruannya untuk memangkas pendanaan federal bagi Harvard serta memotong dana hibah.
Trump Desak Harvard Serahkan Data Mahasiswa Asing, Singgung Negara Tak Bersahabat
"Kita memberi mereka miliaran dolar, itu konyol. Kita memberikan hibah, yang mungkin tidak akan kita berikan lagi kepada Harvard," kata Trump.
Duh, Putri Mahkota Belgia Terancam Putus Kuliah di Harvard gegara Kebijakan Trump
Belum cukup Trump kembali menuduh kampus di Cambridge, Massachusetts, tersebut menyebarkan sentimen antisemit dengan maraknya demonstrasi pro-Palestina.
Menteri Keamanan Dalam Negeri (DHS) AS Kristi Noem pada Kamis lalu mengumumkan departemennya melarang Harvard menerima mahasiswa asing untuk tahun akademik 2025-2026. Selain itu semua mahasiswa asing yang saat ini sedang menimba ilmu di universitas harus pindah ke institusi lain atau status visanya bermasalah.
Editor: Anton Suhartono