Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kilang Minyak AS di Texas Meledak, Polisi Tepis Sabotase dari Iran
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Tak Ada Orang yang Mau Pimpin Iran Selama Masih Dibom AS

Selasa, 24 Maret 2026 - 10:15:00 WIB
Trump: Tak Ada Orang yang Mau Pimpin Iran Selama Masih Dibom AS
Donald Trump yakin tidak ada sosok yang benar-benar ingin memimpin Iran di tengah gempuran yang dilakukan militer AS (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yakin tidak ada sosok yang benar-benar ingin memimpin Iran di tengah gempuran yang dilakukan militernya. 

Menurut dia, kondisi perang membuat jabatan menjadi kepala negara menjadi beban yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

“Tidak ada yang menginginkan tugas itu saat ini. Anda tahu, tidak ada yang benar-benar menginginkan untuk menjadi kepala negara,” ujar Trump, menyinggung situasi Iran yang terus berada di bawah tekanan serangan, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (24/3/2026).

Pernyataan ini sekaligus mencerminkan keraguan Trump terhadap stabilitas kepemimpinan Iran saat ini. Dia bahkan menilai situasi yang tidak menentu membuat figur pemimpin sulit muncul atau tampil ke publik.

Trump juga secara khusus meragukan bahwa Mojtaba Khamenei benar-benar memimpin Iran saat ini. Dia mengaku belum pernah mendengar pernyataan langsung dari sosok yang disebut-sebut sebagai penerus kepemimpinan tersebut.

“Tidak ada yang mendengar kabar tentang Pemimpin Tertinggi, putranya yang kedua. Tidak ada seorang pun. Kami belum mendengar kabar dari putranya,” kata Trump.

Bahkan, Trump mengaku tidak mengetahui apakah Mojtaba masih hidup atau tidak, menambah spekulasi terkait kondisi internal kepemimpinan Iran di tengah konflik yang memanas.

Di sisi lain, Trump menyebut Amerika Serikat saat ini berkomunikasi dengan sosok lain di Iran yang dianggap “paling dihormati”. Figur tersebut diyakini menjadi kunci dalam upaya negosiasi untuk mengakhiri konflik antara kedua negara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut