Trump Klaim Iran Setuju Fasilitas Nuklirnya Diperiksa
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim Iran setuju untuk mengizinkan tim inspeksi internsaional memeriksa fasilitas nuklirnya tanpa batas waktu. Isu nuklir Iran dibahas dalam negosiasi lanjutan kedua negara pasca-pertemuan di Swiss akhir pekan lalu.
Trump juga mengatakan, AS tidak akan melanjutkan blokade maritim lagi di Selat Hormuz. Meski demikian militernya siap untuk memberlakukan kembali jika perlu.
"Terlepas dari protes dan pernyataan palsu mereka (Iran) yang bertentangan, ditambah gempuran berita hoaks, yang melakukan segala upaya untuk mengerdilkan kemenangan AS sesignifikan mungkin, Iran sepenuhnya dan secara menyeluruh menyetujui inspeksi nuklir tingkat tertinggi untuk jangka waktu yang panjang di masa depan," kata Trump, dalam pernyataan di akun Truth Social, Selasa (23/6/2026).
Trump melanjutkan, langkah ini akan menjamin pengendalian nuklir Iran. Sebaliknya, jika Iran menentangnya, AS siap melancarakan serangan kembali.
"Jika mereka tidak menyetujui ini, tidak akan ada negosiasi lebih lanjut!" katanya.
Trump juga menegaskan bahwa blokade maritim terhadap Iran di Selat Hormuz telah dicabut sepenuhnya.
Selain itu, dia memastikan negosiasi dengan Iran mengenai perjanjian perdamaian berjalan dengan sukses.
"Uang dan/atau sanksi yang diberlakukan Departemen Keuangan AS masuk ke rekening penampungan (escrow), yang dikendalikan AS, dan akan digunakan untuk membeli makanan dan perlengkapan medis, secara eksklusif dari AS, termasuk jagung, gandum, dan kedelai dari petani-petani kita yang hebat. Ini merupakan barang-barang yang sangat dibutuhkan oleh Iran," katanya.
Trump melanjutkan, Iran mengalami krisis kemanusiaan sehingga AS merasa perlu untuk membantu.
"Saya merasa perlu untuk membantu, sekarang, sebelum terlambat. Perundingan berjalan dengan baik," tulis Trump.
Editor: Anton Suhartono