Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Kapal Tanker Indonesia Masih Tertahan di Selat Hormuz, Dubes Iran: Ada Protokol Ketat
Advertisement . Scroll to see content

Trump: Kapal-Kapal Perang AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai

Kamis, 09 April 2026 - 15:11:00 WIB
Trump: Kapal-Kapal Perang  AS Siaga di Sekitar Iran sampai Kesepakatan Damai Tercapai
Kapal-kapal perang serta pesawat militer AS masih berjaga di sekitar Iran sebagai antisipasi jika kesepakatan damai gagal (Foto: US Navy)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kapal-kapal perang serta pesawat militer Amerika Serikat (AS) masih berjaga di sekitar Iran sebagai antisipasi jika perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan damai kedua negara batal.

Presiden Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jika tak mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang dicapai dengan AS.

"Seluruh kapal, pesawat, dan personel militer AS, dengan amunisi tambahan, persenjataan tetap berada di posisinya, di dan sekitar Iran, sampai kesepakatan sebenarnya dicapai sepenuhnya, dipatuhi," kata Trump, di akun Truth Social, dikutip Kamis (9/4/2026).

Menurut Trump, serangan AS berikutnya akan lebih dahsyat dibandingkan gempuran sebelumnya.

Namun Trump juga mengungkapkan keyakinan, AS bersama Iran bisa menjaga gencatan senjata serta mencapai kesepakatan damai permanen dalam perundingan yang dimediasi dan digelar di Pakistan pekan ini.

"Jika karena alasan apa pun (kesepakatan) tidak dipatuhi, yang sangat tidak mungkin, maka 'penembakan dimulai' lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat daripada yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya," tulisnya.

Pejabat Iran sebelumnya mengatakan, tidak masuk akal untuk melanjutkan perundingan guna mencapai kesepakatan perdamaian permanen dengan AS setelah Israel menyerang menggelar serangan besar-besaran ke Lebanon.

Kedua pihak memiliki perbedaan pandangan mencolok mengenai program nuklir Iran. Trump mengatakan Iran menyetujui untuk menghentikan pengayaan uranium.

Sementara itu ketua parlemen Iran Mohammed Bagher Ghalibaf mengatakan negaranya diizinkan melanjutkan program pengayaan uranium berdasarkan ketentuan gencatan senjata.

"Itu telah disepakati, sejak lama, dan terlepas dari semua retorika palsu yang bertentangan, tidak ada senjata nuklir dan, Selat Hormuz akan terbuka dan aman," kata Trump, dalam posting-an sebelumnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut