Trump Doakan Korban dan Puji Polisi yang Tewas dalam Penembakan di Bar
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbelangsungkawa atas jatuhnya 12 korban tewas dalam penembakan di bar pinggiran Thousand Oaks, California.
Trump mengikuti perkembangan serangan berdarah ini dan sudah mendapat laporan penuh dari pihak berwenang.
"Penegakan Hukum dan First Responder, bersama dengan FBI, ada di tempat kejadian. Sebanyak 13 orang saat ini dilaporkan tewas. Demikian juga pelaku bersama seorang polisi yang pertama datang memasuki bar," ujar Trump, dalam cuitannya, dikutip dari AFP, Kamis (8/11/2018).
Dia lalu memuji polisi yang bertugas untuk meringkus pelaku. Menurut Trump, para petugas menunjukkan keberanian yang luar biasa.
Korban Tewas Penembakan di Bar AS 12 Orang, 1 di Antaranya Polisi
"Patroli Jalan Raya berada di lokasi dalam tiga menit bersama polisi yang pertama masuk dan ditembak berulang kali. Sersan sheriff itu tewas di rumah sakit. Terima kasih para penegak hukum," katanya.
Di akhir, Trump mendoakan para korban dan keluarga mereka.
Penembakan di Borderline Bar and Grill terjadi saat lokasi dipenuhi lebih dari 200 mahasiswa dari tiga kampus. Mereka datang untuk menghadiri pesta dan pertunjukan musik country. Korban tewas kebanyakan para mahasiswa.
Pelaku juga ditemukan tewas di dalam bar. Mengenakan pakaian hitam, dia masuk bar, melempar granat asap, lalu melepaskan tembakan secara membabi buta.
Saksi mata menyebut dia menggunakan pistol semiotomatis, namun belum diketahui jenisnya.
Seementara itu Sheriff Ventura County Geoff Dean mengatakan, darah ditemukan di mana-mana. Salah satu korban tewas, lanjut dia, adalah anak buahnya sersan Ron Helus. Dia sempat dibawa ke rumah sakit karena terkena tembakan, namun nyawanya tak tertolong.
Helus merupakan sheriff yang pertama datang begitu adanya laporan. Dia bersama petugas patroli jalan raya masuk ke bar. Nahas baginya, pelaku menembaki berkali-kali hingga dia ambruk.
Helus merupakan ayah satu anak yang sudah bertugas selama 29 tahun. Dia seharusnya pensiun tahun depan.
Editor: Anton Suhartono