Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Terlibat di Balik Operasi Tewaskan El Mencho, Hubungan Keamanan Meksiko-AS Disoroti
Advertisement . Scroll to see content

Trump Bantah Laporan Jenderal Kepala Staf AS Tolak Perang Lawan Iran

Selasa, 24 Februari 2026 - 13:26:00 WIB
Trump Bantah Laporan Jenderal Kepala Staf AS Tolak Perang Lawan Iran
Donald Trump membantah laporan media massa bahwa Pentagon khawatir dengan operasi militer berkepanjangan terhadap Iran (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah laporan media massa yang menyebutkan, Departemen Pertahanan (Pentagon) khawatir dengan operasi militer berkepanjangan terhadap Iran. Namun di sisi lain Trump juga menegaskan ingin mencapai kesepakatan diplomatik soal nuklir Iran.

“Semua tentang potensi perang terhadap Iran ditulis secara tidak benar, dan memang sengaja demikian,” kata Trump, dalam posting-an di Truth Social.

“Saya yang membuat keputusan, saya lebih suka ada kesepakatan daripada tidak. Tapi jika kita tidak mencapai kesepakatan, itu akan menjadi hari yang sangat buruk bagi negara itu dan, sayangnya, bagi rakyatnya,” ujarnya, menegaskan.

Trump juga membantah laporan beberapa media, termasuk dari Axios, The Washington Post, dan The Wall Street Journal, yang menyebutkan pemimpin Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mendesaknya untuk menghindari perang berkepanjangan karena risiko yang dihadapi.

Trump mengatakan, Caaine yakin perang melawan Iran mudah dimenangkan.

“Dia tidak pernah berbicara tentang tidak menyerang Iran atau bahkan serangan terbatas palsu seperti yang saya baca. Dia hanya tahu satu hal, bagaimana menang dan, jika diperintah untuk melakukan, dia akan memimpin,” kata Trump.

Spekulasi mengenai potensi serangan Iran ke AS terus meningkat sejak beberapa hari terakhir.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut