Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo bakal Hadiri Rapat Perdana Dewan Perdamaian Bentukan Trump di AS 
Advertisement . Scroll to see content

Trump Bakal Kirim Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah: 1 Lagi Mungkin Menyusul!

Rabu, 11 Februari 2026 - 13:29:00 WIB
Trump Bakal Kirim Kapal Induk Lagi ke Timur Tengah: 1 Lagi Mungkin Menyusul!
Donald Trump mempertimbangkan pengerahan gugus tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serika (AS) Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan pengerahan gugus tempur kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai persiapan jika negosiasi nuklir dengan Iran buntu.

"Entah kita akan mencapai kesepakatan atau harus melakukan sesuatu yang sangat sulit seperti sebelumnya," kata Trump, dalam wawancara dengan portal berita Axios, dikutip Rabu (11/2/2026). 

"Kita punya armada yang sedang menuju ke sana (Timur Tengah) dan satu lagi mungkin akan menyusul," ujarnya, menegaskan.

Namun Trump tetap berharap negosiasi putaran kedua dengan Iran di Oman bisa berlangsung pekan depan. Delegasi kedua negara telah bertemu di Ibu Kota Muscat pada Jumat pekan lalu.

Selain itu, Trump mengungkapkan optimisme akan kemungkinan mencapai kesepakatan melalui keterlibatan diplomatik. Menurut Trump, Iran sebenarnya sangat ingin mencapai kesepakatan.

Trump melanjutkan, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tidak merasa gugup mengenai proses negosiasi tersebut. Trump mengklaim, Netanyahu juga menginginkan hasil positif.

Netanyahu dijadwalkan berkunjung ke Gedung Putih pada Rabu untuk membahas pembicaraan dengan Iran.

"Dia juga menginginkan kesepakatan. Dia menginginkan kesepakatan yang baik," ujar Trump.

Trump sebelumnya mengatakan, pembicaraan putaran pertama dengan Iran berjalan lancar dan akan berlanjut sedianya pekan ini. Namun pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika konsekuensinya harus perang.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut