Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang Iran lagi jika gagal mencapai kesepakatan nuklir. AS dan Iran akan melanjutkan negosiasi program rudal dan nuklir selama 60 hari setelah meneken nota kesepahaman (MoU) damai pada Jumat (19/6/2026).
Dalam wawancara dengan surat kabar The New York Times (NYT), Trump mengatakan jika Iran tidak mau mencapai kesepakatan nuklir dengan AS, dia akan memerintahkan untuk memulai kembali serangan militer.
Trump juga menyebut AS sebagai "penjaga Timur Tengah" sebagai imbalan atas 20 persen dari pendapatan di kawasan tersebut.
Lebih lanjut Trump membanggakan tercapainya kesepakatan damai awal melalui nota kesepahaman (MoU) yang akan ditandatangani pada 19 Juni. Namun MoU tak memasukkan beberapa poin krusial seperti program nuklir Iran sehingga akan dibahas kemudian.
Kesepakatan itu, kata trump, dicapai meski ada keberatan dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Israel membombardir Ibu Kota Beirut, Lebanon, pada Minggu pagi, menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai 15 lainnya meski gencatan senjata sedang berlangsung.
Trump lalu mengecam Israel terkait serangan itu dengan mengatakan seharusnya tidak terjadi. Dia menilai serangan Israel ke Lebanon akan mengganggu kesepakatan damai AS dengan Irani.
“Dia (Netanyahu) orang yang sangat sulit,” katanya.
“Jujur saja, dia seharusnya sangat berterima kasih kepada kita karena melakukan ini. Karena jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel tidak akan bertahan selama jam,” ujarnya, melanjutkan.
Dalam wawancara itu Trump juga mengatakan, keputusannya untuk menyerang Iran pada 28 Februari serta pemberlakuan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan setelah Iran menutup Selat Hormuz menguntungkan AS.
Menurut Trump, kesepakatan yang dicapai dengan Iran pada akhirnya akan memastikan bahwa Selat Hormuz terbuka seperti sedia kala tanpa penerapan tarif tol.
Editor: Anton Suhartono