Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Ultimatum AS: Siap Perang Lagi! Jika Blokade Selat Hormuz Tak Dicabut
Advertisement . Scroll to see content

Trump Ancam Ambil Alih Kuba: Presiden Diaz-Canel: Rakyat Akan Melawan!

Minggu, 03 Mei 2026 - 23:43:00 WIB
Trump Ancam Ambil Alih Kuba: Presiden Diaz-Canel: Rakyat Akan Melawan!
Miguel Diaz-Canel Bermudez mengomentari ancaman terbaru sejawatnya dari Amerika Serikat Donald Trump yang akan merebut Kuba (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

HAVANA, iNews.id - Presiden Kuba Miguel-Diaz Canel Bermudez mengomentari ancaman terbaru sejawatnya dari Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Pekan lalu Trump mengatakan, AS segera mengambil alih negara di Kepulauan Karibia tersebut.

Diaz-Canel menyebut ancaman operasi militer terhadap Kuba telah mencapai level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Presiden Amerika Serikat meningkatkan ancaman agresi militernya terhadap #Kuba ke skala berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujarnya, dalam pernyataan di media sosial X, dikutip Senin (4/5/2026).

Diaz-Canel menyerukan masyarakat internasional untuk memberi perhatian serius atas ancaman terhadap Kuba.

Menurut dia, tindakan kriminal tersebut hanya demi memuaskan kepentingan sekelompok kecil orang kaya dan berpengaruh. Tujuan mereka adalah balas dendam dan menguasai yang lemah.

Diaz-Canel menegaskan setiap agresor akan dilawan oleh tekad rakyat Kuba demi mempertahankan kedaulatan dan kemerdekaan.

Trump pekan lalu juga menandatangani instruksi presiden, melarang lembaga keuangan asing mana pun melakukan transaksi atas nama individu serta perusahaan Kuba yang telah dijatuhi sanksi AS.

Mengomentari sanksi tersebut, Diaz-Canel menegaskan hal itu menunjukkan bahwa pemerintah AS miskin moral. Dia mencatat, pengetatan embargo menyebabkan kerusakan signifikan akibat perilaku intimidtif serta arogan yang dilakukan oleh kekuatan militer terbesar di dunia.

Trump juga meneken instruksi presiden yang mengizinkan tarif impor negara-negara pemasok minyak ke Kuba serta mengumumkan keadaan darurat karena dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional AS.

Pemerintah Kuba menyebut AS sengaja memberlakukan embargo energi untuk menghambat ekonomi negaranya serta untuk menciptakan kondisi kehidupan tidak layak bagi rakyatnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut