Terungkap! Pelaku Penembakan Masjid San Diego AS Idolakan Nazi, Terlibat Serangan Massal
SAN DIEGO, iNews.id - Salah satu pelaku penembakan di Masjid Islamic Center San Diego, California, Amerika Serikat (AS), yang menewaskan tiga orang, diketahui sebagai penggemar Nazi dan pernah terlibat dalam penembakan massal sebelumnya.
Dua pelaku penembakan dalam insiden pada Senin (18/5/2026) itu, Caleb Vazquez (18) dan Cain Clark (17), bunuh diri setelah beraksi. Mayat keduanya ditemukan dalam mobil beberapa blok dari lokasi penembakan.
Surat kabar The New York Times (NYT), mengutip dokumen pengadilan, melaporkan kepolisian di Chula Vista, California, pada 2025 mendapat perintah pengadilan untuk menyita senjata api dari rumah Vazquez setelah merasa khawatir dengan perilakunya.
"Anak itu terlibat dalam perilaku mencurigakan yang mengidolakan Nazi serta pelaku penembakan massal," tulis seorang polisi dalam surat perintah tersebut.
Vazquez dan Clark menyerang masjid pada Senin lalu menewaskan tiga orang, salah satunya sekuriti Islamic Center yang bertindak melindungi jemaah dan siswa lain.
Laporan menyebutkan, Vazquez sebelumnya ditempatkan di bawah penahanan psikiatrik dan berada dalam radar penegak hukum jauh sebelum penembakan tersebut.
Polisi menyatakan kedua pelaku bertemu secara online dan berbagi pandangan rasis dan ekstremis menargetkan berbagai kelompok ras dan agama.
Setelah serangan itu, para penyelidik dilaporkan menemukan dokumen yang tampaknya ditulis oleh para remaja tersebut yang menguraikan keyakinan ekstremis dan visi masyarakat yang eksklusif secara ras dan agama.
Serangan yang menargetkan masjid terbesar di San Diego itu diselidiki sebagai kejahatan kebencian.
Editor: Anton Suhartono