Terungkap! Motif Pria Tabrakkan Pesawat ke Gedung di China Diduga Bunuh Diri
BEIJING, iNews.id - Misteri di balik peristiwa pesawat ringan menabrak gedung tertinggi di Kota Beijing, China, pada 26 Juni lalu, mulai terkuak. Pilot diduga kuat sengaja ingin mencelakakan diri, berdasarkan catatan yang ditinggalkannya sebelum kejadian. Dia tewas seketika dalam kejadian itu.
Pihak berwenang China menyatakan, pilot memiliki masalah kesehatan mental, bahkan kerap menulis tentang percobaan bunuh diri di buku harian. Pria berusia 66 tahun itu menabrakkan pesawat ringan ke Menara CITIC setinggi 528 meter di Distrik Pusat Bisnis Beijing pada pukul 17.55 waktu setempat.
Kecelakaan pesawat tersebut menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan penerbangan di Beijing yang dikenal sangat dijaga ketat. Gedung pencakar langit CITIC hanya berjarak sekitar 7 km dari Zhongnanhai, kompleks pemerintahan yang menjadi tempat tinggal para pemimpin tertinggi China.
Dikutip dari AFP, Sabtu (4/7/2026), pilot yang belakangan diketahui bernama Liu itu, telah bercerai dan tinggal sendirian di Beijing.
"Dia sejak lama menderita insomnia dan kecemasan. Buku hariannya berisi beberapa referensi tentang mengakhiri hidup," bunyi pernyataan Pemerintah Distrik Chaoyang.
“Ini adalah insiden yang membahayakan keselamatan publik yang disebabkan oleh alasan pribadi,” demikian isi pernyataan.
Liu merupakan pekerja lepas dan telah memperoleh lisensi pilot olahraga pada 2021 serta lisensi pilot pribadi pada 2024.
Di hari kejadian, dia lepas landas dari bandara umum di Distrik Pinggu pinggiran Beijing dan melakukan penerbangan solo.
Selama penerbangan itu, Liu menyimpang dari area yang ditentukan dan kehilangan kontak dengan bandara sebelum kecelakaan.
Platform media sosial China segera menghapus foto dan video kecelakaan pesawat tak lama setelah kejadian. Polisi juga melarang jurnalis dan warga mengambil gambar gedung tersebut.
Editor: Anton Suhartono