Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perang AS-Israel Vs Iran Memanas, Prabowo: Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan!
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap, India "Lindungi" Kapal Perang Iran dari Serangan AS

Minggu, 08 Maret 2026 - 15:06:00 WIB
Terungkap, India
India mengizinkan kapal perang Iran IRIS Lavan berlabuh pada 4 Maret dengan alasan kemanusiaan (Foto: Sri Lanka Mirror)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id - India mengizinkan kapal perang Iran berlabuh pada 4 Maret lalu dengan alasan kemanusiaan. Di hari yang sama, satu kapal perang Iran lainnya, IRIS Dena, yang tengah berlayar di lepas pantai Sri Lanka ditembak oleh kapal selam Amerika Serikat (AS) hingga tenggelam.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Subrahmanyam Jaishankar mengatakan, kapal perang IRIS Lavan diizinkan berlabuh setelah mendapat permintaan mendesak daeri Iran.

Kapal Lavan, armada pendaratan amfibi dan dua kapal lainnya datang untuk melakukan pemeriksaan armada, bukan untuk misi perang. Setelah itu, kapal terjebak dalam perang yang tengan berlangsung hingga salah satunya ditembak.

“Saya kira kami benar-benar mendekatinya dari sudut pandang kemanusiaan, terlepas dari masalah hukum apa pun. Saya kira kami telah melakukan hal yang benar,” kata Jaishankar, seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/3/2026).

Sementara itu seorang sumber pejabat India mengatakan, pihaknya mendapat permintaan berlabuh kapal Lavan pada 28 Februari, hari yang sama dengan dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran.

Permintaan tersebut sangat mendesak karena kapal mengalami masalah teknis. Sebanyak 183 kru telah ditempatkan di fasilitas angkatan laut di Kochi.

Sementara itu kapal yang terkena tembakan AS, Dena, dalam pelayaran pulang setelah mengikuti latihan militer yang diselenggarakan India.

Pihak berwenang Sri Lanka menyatakan, mereka mengawal kapal perang Iran lainnya, Booshehr, ke pelabuhan pantai timur, kemudian mengevakuasi sebagian besar kru ke kamp Angkatan Laut dekat Kolombo.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut