Tersangka Penembakan Massal di Sinagog Pittsburgh Mengaku Tak Bersalah
PITTSBURGH, iNews.id - Tersangka pelaku penembakan massal yang menewaskan 11 orang di sinagoga di Pittsburgh, Amerika Serikat (AS), menyatakan dirinya tidak bersalah.
Pelaku pembunuhan brutal itu menghadapi 44 dakwaan yang mencakup pembunuhan serta kejahatan berdasarkan kebencian di pengadilan federal dan terancam hukuman mati.
Robert Bowers (46) yang muncul di pengadilan dengan diborgol, tidak berbicara kecuali mengaku memahami tuduhan terhadapnya.
"Kejahatan itu merupakan kejahatan yang sangat tidak bisa dimengerti dan benar-benar menjijikkan bagi nilai-nilai bangsa ini. Karena itu kasusnya bukan hanya penting bagi para korban dan keluarga mereka, tetapi juga bagi Pittsburgh dan seluruh rakyat,” kata Jaksa Agung AS Jeff Session, seperti dilaporkan AFP, Jumat (2/11/2018).
Pelaku Penembakan Pittsburgh: Genosida dan Niat Membantai Yahudi
Pihak berwenang menyatakan Bowers masuk ke sinagoga Tree of Life pada Sabtu (27/10/2018) dengan senapan serbu AR-15 dan tiga pistol. Dia membunuh 11 jemaat pada kebaktian Sabat dan melukai enam orang lainnya, termasuk empat petugas polisi.
Dia kini menghadapi 44 dakwaan termasuk kejahatan kebencian federal sehubungan dengan penembakan tersebut.
Penembakan Rumah Ibadah Yahudi di Pittsburgh, Ini yang Perlu Diketahui
Dia dituduh melakukan pembunuhan dan melanggar hak konstitusional atas dasar kebebasan beragama, yang dianggap sebagai kejahatan rasial di bawah hukum AS.
Di bawah tuduhan yang diperluas, dia akan menghadapi hukuman mati, atau dihukum penjara tanpa pembebasan bersyarat selama 535 tahun berturut-turut.
Tewaskan 11 Orang, Trump Kutuk Penembakan Brutal di Pittsburgh AS
Bowers dibawa ke tahanan setelah terluka dalam baku temba dengan polisi dan dipindahkan ke rumah sakit setempat.
Editor: Nathania Riris Michico