Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Yordania Tak Izinkan AS dan Israel Gunakan Wilayah Udaranya Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Tentara Tembak Mati 27 Terduga Penyelundup Narkotika di Perbatasan

Kamis, 27 Januari 2022 - 18:48:00 WIB
Tentara Tembak Mati 27 Terduga Penyelundup Narkotika di Perbatasan
Tentara Yordania menembak mati 27 orang yang diduga penyelundup narkotika dan obat-obatan terlarang dari Suriah. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

AMMAN, iNews.id - Tentara Yordania menembak mati 27 orang yang diduga penyelundup narkotika dan obat-obatan terlarang dari Suriah. Militer Yordania terus bersikap tegas terhadap para penyelundup.

Pernyataan ini disampaikan situs web militer pada Kamis (27/1/2022). Selain itu, merekamelaporkan, sejumlah besar narkotika disita dalam intervensi yang terpisah. Sejumlah orang dilaporkan luka dalam intervensi tersebut.   

"Militer terus menerapkan aturan yang baru ditetapkan. Kami akan menyerang dengan tangan besi dan menghadapi dengan kekuatan dan ketegasan segala upaya penyusupan atau penyelundupan untuk melindungi perbatasan,” kata pernyataan tersebut. 

Awal bulan ini, Militer Yordania juga mengatakan, seorang perwira militer tewas dalam baku tembak dengan para penyelundup di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

Yordania merupakan rumah bagi lebih dari 650.000 pengungsi Suriah yang melarikan diri dari perang saudara yang telah berkecamuk di sana selama lebih dari satu dekade.

Pada bulan September, pejabat Suriah dan Yordania membahas keamanan perbatasan. Itu dilakukan setelah pasukan pemerintah Suriah merebut daerah yang dikuasai pemberontak di sepanjang perbatasan Yordania. 

Sebulan kemudian, Raja Yordania Abdullah II berbicara dengan Presiden Suriah, Bashar Assad untuk pertama kalinya dalam satu dekade setelah kedua negara membuka kembali penyeberangan perbatasan utama.

Industri obat-obatan terlarang telah berkembang di Suriah setelah 10 tahun perang saudara. Dalam beberapa tahun terakhir, negara Mediterania Arab telah muncul sebagai hot spot untuk membuat dan menjual captagon, amfetamin ilegal. 

Baik Suriah maupun negara tetangga Lebanon telah menjadi gerbang masuknya narkoba ke Timur Tengah, dan khususnya Teluk.

Kantor Narkoba dan Kejahatan PBB dalam sebuah laporan tahun 2014 mengatakan, pasar amfetamin sedang meningkat di Timur Tengah. Penggerebekan sebagian besar di Arab Saudi, Yordania dan Suriah menyumbang lebih dari 55 persen amfetamin yang disita di seluruh dunia.

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut