WASHINGTON DC, iNews.id – TentaraNigeria dilaporkan membunuh anak-anak saat memerangi kelompok pemberontak di negara itu, belum lama ini. Laporan itu membuat Amerika Serikat gusar.
“Kami sedang mengejar informasi lebih lanjut, termasuk dari Pemerintah Nigeria dan pemangku kepentingan yang bekerja di ruang ini,” ungkap salah satu juru bicara Departemen Luar Negeri AS melalui email kepada Reuters, Senin (12/12/2022).
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Laporan khusus Reuters menyebutkan, tentara Nigeria membunuh anak-anak dengan sengaja saat melawan pemberontak. Insiden itu dikatakan terjadi di wilayah timur laut Nigeria, di mana militer negara itu telah memerangi kelompok ekstremis Islam selama 13 tahun.
“Kami masih meninjau laporan tersebut dan akan membuat keputusan tentang langkah selanjutnya setelah itu. Kedutaan besar kami di Abuja sedang mencari informasi tambahan, termasuk berbicara dengan pihak berwenang Nigeria,” kata jubir Deplu AS lagi.
Biadab! KKB Bantai 12 Jemaah Masjid yang Sedang Sholat, termasuk Imam
Sementara pemimpin militer Nigeria mengatakan kepada Reuters bahwa tentaranya tidak pernah menargetkan anak-anak untuk dibunuh. Mereka mengatakan, laporan dalam artikel tersebut adalah penghinaan terhadap warga Nigeria. Militer Nigeria juga menilai laporan Reuters itu sebgai bagian dari upaya asing untuk merusak perjuangan negara melawan pemberontak.
Amnesty International pada Senin (12/12/2022) kemarin meminta pihak berwenang Nigeria untuk segera menyelidiki temuan laporan tersebut.
Peringatan Kedubes AS dan Inggris terkait Terorisme di Nigeria Picu Kepanikan Warga
“Membunuh anak-anak dengan anggapan bahwa mereka adalah, atau akan menjadi, teroris adalah kejahatan perang yang melanggar hukum internasional,” kata organisasi sipil itu dalam sebuah pernyataan.
Editor: Ahmad Islamy Jamil