Tegas! Wali Kota New York Zohran Mamdani: Netanyahu Penjahat Perang!
NEW YORK, iNews.id - Wali Kota New YorkZohran Mamdani menegaskan Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu sebagai penjahat perang. Dia juga mendesak pemerintahan Presiden Amerika SerikatDonald Trump menindaklanjuti surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu jika dia memasuki wilayah AS.
"Benjamin Netanyahu adalah penjahat perang, arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina," kata Mamdani, dalam pesan video yang di-posting di media sosial X, dikutip Rabu (22/7/2026).
Wali kota Muslim pertama New York itu menuduh Netanyahu bertanggung jawab atas pembunuhan lebih dari 73.000 warga Gaza, serangan terhadap rumah sakit, dan pemblokadean bantuan makanan dan kemanusiaan sehingga tidak sampai kepada warga wilayah kantong tersebut.
Mamdani mengatakan, AS seharusnya ikut bertanggung jawab atas kerusakan dan bencana kemanusiaan di Gaza karena mengirim senjata dan bom ke Israel.
"Kita, sebagai orang Amerika, membayar bom yang melakukan pembunuhan," tuturnya.
Lebih lanjut Mamdani mengatakan, ICC memiliki alasan mengapa mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu pada 2024. Dia, bersama mantan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant, dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
"Siapa pun yang memiliki mata, hati, dan nurani, harus mengakui kehancuran yang telah dia timbulkan serta memahami bahwa dia pantas disidang di pengadilan," katanya.
Mamdani mengatakan Pemerintah Kota New York memang tidak memiliki wewenang hukum untuk menegakkan surat perintah tersebut.
"Namun, pemerintah federal memilikinya, dan saya menyerukan mereka (negara-negara) untuk bergabung dengan ICC, melaksanakan surat perintah ini. Saya ingin menegaskan kembali: Benjamin Netanyahu tidak diterima di Kota New York, begitu pula penjahat perang lain yang masih bebas," tegasnya.
Dia menambahkan, meski Kota New York tidak bisa mengakhiri konflik, namun bisa menggunakan cara lain untuk merespons.
"Meski kami tidak bisa mengakhiri genosida sendirian, kami bisa memutuskan apakah keheningan ini akan menjadi senjata lainnya," katanya.
Trump pada Senin lalu mengatakan, Netanyahu tidak akan ditangkap di AS, dalam bentuk apa pun.
Editor: Anton Suhartono