Tambang Bijih Logam Ambruk, 200 Orang Tewas
KINSHASA, iNews.id - Tambang koltan di Republik Demokratik Kongo ambruk, Rabu (28/1/2026), menewaskan sedikitnya 200 orang. Ironisnya berita ini baru beredar luas pada Jumat kemarin.
Tambang yang runtuh berada di daerah Konsesi Pertambangan Bibatama (Rubaya), Provinsi Kivu Utara. Awalnya korban tewas disebutkan puluhan orang, namun melonjak menjadi 200 orang lebih hingga Jumat, berdasarkan keterangan resmi dari pejabat setempat.
Tambang di Rubaya menghasilkan koltan, bijih logam yang bisa diolah menjadi tantalum, biasanya digunakan dalam pembuatan komputer, telepon, hingga terbang.
Kelompok pemberontak yang menamakan diri 23 Maret (M23), berasal dari etnis Tutsi Kongo, mengambil alih kendali kekayaan Rubaya.
Kelompok M23 melancarkan serangan besar-besaran pada Januari lalu, semakin membuat panas konflik di Kongo bagian timur. Para pemberontak juga merebut Kota Goma dan Bukavu, pusat pemerintahan masing-masing di Kivu Utara dan Kivu Selatan.
143 Orang Tewas karena Penyakit Misterius di Kongo, Penderita Demam Tinggi dan Sakit Kepala
Editor: Aditya Pratama