Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Bendera Saudi Tak Diletakkan di Atas Rumput Selama Laga Piala Dunia, Kenapa?
Advertisement . Scroll to see content

Tak Cuma Nyetir, Perempuan Arab Saudi Juga Boleh Masuk Stadion

Senin, 30 Oktober 2017 - 18:50:00 WIB
Tak Cuma Nyetir, Perempuan Arab Saudi Juga Boleh Masuk Stadion
Pemerintan Kerajaan Arab Saudi perbolehkan perempuan untuk masuk stadion menonton pertandingan olahraga (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Setelah mencabut larangan mengemudi bagi perempuan, Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga akan membolehkan kaum hawa masuk ke stadion untuk menyaksikan langsung pertandingan olahraga. Aturan ini mulai berlaku efektif pada tahun depan.

Menurut laporan kantor berita Arab Saudi, sebagaimana dikutip kembali oleh Reuters, Senin (30/10/2017), pada tiga stadion yang dibolehkan untuk dimasuki perempuan, yakni di Jeddah, Dammam, dan Riyadh. Ketiga stadion itu pun akan berbenah untuk bisa mengakomodasi para penonton dari kalangan perempuan dan keluarga.

Perubahan-perubahan yang dilakukan terutama terkait dengan kebebasan yang lebih luas bagi perempuan merupakan visi tahun 2030 dari putra mahkota Kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman dengan tujuan untuk meningkatkan gaya hidup keluarga.

Sebelumnya kalangan perempuan dibatasi oleh berbagai aturan yang membuat lingkup aktivitasnya sempit.

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud mencabut larangan bagi perempuan dalam mengemudi pada 26 September lalu. Aturan ini mulai berlaku pada 24 Juni 2018. Kebijakan itu pun disambut positif oleh kalangan aktivis perempuan dan dunia.

Para aktivis sudah memperjuangkan agar larangan mengemudi dicabut sejak 25 tahun lalu. Bahkan seorang aktivis Manal Al Sherif pernah dipenjara pada 2011 karena melakukan protes dengan mengendarai mobil.

Duta Besar Arab Saudi untuk Amerika Serikat Pangeran Khaled bin Salman mengatakan pengumuman itu merupakan sejarah baru bagi kerajaan.

Sambutan positif juga datang dari Kementerian Luar Negeri AS yang menilai pencabutan ini sebagai sebuah langkah maju.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut