Sultan Malaysia Tiba-Tiba Mengundurkan Diri, Warganet Syok
KUALA LUMPUR, iNews.id - Sultan Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Muhammad V, mengundurkan diri, Minggu (6/12/2019) malam. Keputusan yang tiba-tiba itu jelas mengejutkan para pemimpin dan publik Malaysia.
Sultan Muhammad merupakan raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong ke-15 berasal dari Negara Bagian Kelantan. Di Malayia, posisi sultan digilir oleh para pemangku kesultanan di negara bagian untuk satu periode jabatan, tidak menjabat seumur hidup.
Mantan Perdana Menteri Najib Razak dalam pernyataan di Facebook memberikan penghormatan dan penghargaan tertinggi atas jasanya
"Kami rakyat Malaysia mendoakan agar diberikan kesehatan dan dilindungi oleh Allah. Panjang Umur Raja!" kata Najib.
Anggota parlemen Permatan Pauh yang juga putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah, menyampakan terima kasih telah memberikan maaf kepada ayahnya yang ditahan atas tuduhan sodomi. Anwar dibebaskan setelah koalisi Pakatan Harapan memenangkan pemilu dan mengantarkan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri.
"Semoga Malaysia tak lagi memiliki tahanan politik," ujar Nurul, melalui Twitter.
Pernyataan juga datang dari warganet lain, seperti Syamil Hmd yang menulis, "Sedih Tuanku. Tapi apa pun ini, Raja saya duduk di atas takhta untuk melindungi rakyatnya. Allahu Akbar, Daulat Tuanku."
Warganet lain, Mohd Irwan Shaffii, menulis, "Pertama dalam sejarah, Agong mengundurkan diri. Tak pernah terjadi sebelumnya."
Sebelumnya, Pengawas Rumah Tangga Kesultanan Ahmad Dahlan Abdul Aziz mengatakan, Sultan mengundurkan diri dari posisinya sudah sesuai dengan aturan yakni Pasal 32 (3) UU Federal.
"Yang Mulia sudah menginformasikan masalah ini secara resmi kepada Penguasa Melayu melalui surat yang ditujukan kepada sekretaris Musyawarah Melayu," kata Ahmad, dikutip dari The Star, Senin (7/1/2019).
Dia menambahkan, melalui masa jabatannya, Sultan berusaha memenuhi tanggung jawab sebagai kepala negara dan berperan sebagai jangkar stabilitas, memperjuangkan keadilan, serta menjadi pemersatu rakyat.
Sultan, lanjut Ahmad, mengucapkan terima kasih kepada Penguasa Melayu lain yang telah memilihnya sebagai Yang di-Pertuan Agong ke-15 sejak 13 Desember 2016.
Dia juga menyatakan penghargaan tertinggi kepada Perdana Menteri dan Pemerintah Federal atas kerja sama mereka.
"Sebagai Panglima Angkatan Bersenjata, Yang Mulia sangat bangga dengan pengorbanan dan kesetiaan yang telah ditunjukkan kepada selama ini," ujarnya lagi.
Setelah lengser, dia akan kembali ke Kelantan untuk bersama pemerintah Negara Bagian dan rakyat Kelantan membantu memajukan Malaysia lebih jauh.
Editor: Anton Suhartono