Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama di Dunia Lewat IPO SpaceX
Advertisement . Scroll to see content

SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:24:00 WIB
SpaceX Pecahkan Rekor IPO Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup Dana Rp1.335 Triliun
SpaceX resmi tercatat sebagai perusahaan dengan IPO terbesar sepanjang sejarah dengan menghimpun dana 75 miliar dolar AS atau setara Rp1.335 triliun. (Foto: Tim Grafis iNews)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - SpaceX resmi tercatat sebagai perusahaan dengan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) terbesar sepanjang sejarah. Perusahaan roket milik Elon Musk itu menghimpun dana 75 miliar dolar AS atau setara Rp1.335 triliun.

Melansir CNBC International, SpaceX melepas 555,6 juta saham dengan harga 135 dolar AS per saham, berdasarkan dokumen yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) Amerika Serikat (AS).

Transaksi tersebut menempatkan valuasi SpaceX di level 1,77 triliun dolar AS sekaligus menjadikannya perusahaan paling bernilai ketujuh di AS. Nilai itu bahkan melampaui Tesla, produsen kendaraan listrik yang juga dipimpin Musk.

SpaceX dijadwalkan mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada hari ini, Jumat (12/6/2026). Momen tersebut akan menjadi kesempatan pertama bagi investor publik untuk memiliki saham perusahaan yang telah berdiri selama 24 tahun itu.

Namun, berinvestasi di SpaceX pada valuasi saat ini pada dasarnya merupakan taruhan terhadap kepemimpinan Elon Musk. Pasalnya, perusahaan masih mengeluarkan banyak dana operasional dan memiliki pendapatan yang jauh lebih kecil dibandingkan perusahaan-perusahaan lain yang memiliki valuasi di atas 1 triliun dolar AS.

Dalam prospektus IPO, SpaceX melaporkan pendapatan kuartal pertama naik 15 persen menjadi 4,69 miliar dolar AS, dibandingkan 4,07 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan melonjak 33 persen menjadi 18,67 miliar dolar AS.

Meski demikian, SpaceX masih mencatatkan kerugian bersih sebesar 4,28 miliar dolar AS pada kuartal terbaru. Angka itu sedikit membaik dibandingkan kerugian 4,94 miliar dolar AS yang dibukukan sepanjang 2025.

Selain bisnis peluncuran dan teknologi antariksa, SpaceX juga memiliki layanan internet satelit Starlink yang menjadi penyumbang terbesar pendapatan perusahaan sekaligus satu-satunya unit usaha yang menghasilkan keuntungan.

Perusahaan ini juga memiliki divisi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bernama xAI yang resmi bergabung dengan SpaceX pada Februari lalu.

Elon Musk Menuju Triliuner Pertama di Dunia

IPO SpaceX turut membuka jalan bagi Elon Musk untuk menjadi triliuner pertama di dunia. Kepemilikan saham Musk di SpaceX saat ini bernilai sekitar 866,5 miliar dolar AS. 

Jika digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla yang bernilai sekitar 320 miliar dolar AS, belum termasuk sejumlah opsi saham, total kekayaannya berpotensi menembus angka 1 triliun dolar AS.

Bagi Musk yang kini berusia 54 tahun, IPO SpaceX terjadi 16 tahun setelah dirinya membawa Tesla melantai di bursa saham. Musk juga memegang lebih dari 82 persen hak suara di SpaceX, yang memberinya kendali hampir penuh terhadap dewan direksi perusahaan.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut