Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!
Advertisement . Scroll to see content

Sosok Misterius 2 Putri Putin, Maria dan Katerina yang Jadi Target Sanksi AS

Kamis, 07 April 2022 - 17:03:00 WIB
Sosok Misterius 2 Putri Putin, Maria dan Katerina yang Jadi Target Sanksi AS
Dua putri Presiden Putin, Katerina Tikhonova (kiri) dan Maria Vorontsova, menjadi sasaran sanksi AS. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Amerika Serikat (AS) kembali menjatuhkan sanksi kepada Rusia. Sanksi tersebut mencakup target baru, dua putri Presiden Rusia Vladimir Putin, yakni Katerina dan Maria, yang diyakini AS menyembunyikan harta kekayaan sang ayah.

Siapa Katerina dan Maria yang menjadi target sanksi Amerika Serikat tersebut? Sosok keduanya selama ini misterius karena tidak pernah mengonfirmasi secara terbuka bahwa pemimpin Rusia itu ayah mereka. Putin juga menolak menjawab pertanyaan tentang dua putrinya yang cantik.

Menurut rincian dalam paket sanksi AS yang diumumkan pada Rabu (6/4/2022), putri Putin bernama Katerina Vladimirovna Tikhonova (36), adalah seorang eksekutif teknologi. Dia bekerja mendukung pemerintah Rusia dan industri pertahanannya.

Hasil investigasi Reuters dari tahun 2015 merinci koneksi dan pengaruh Katerina sebagai peneliti. Katerine yang pernah jadi penari rock 'n' roll akrobatik ini menjalankan proyek-proyek yang didanai publik di Universitas Negeri Moskow. 

Pemeriksaan Reuters pada 2015 terhadap dokumen publik menunjukkan putri bungsu Putin itu telah menandatangani kontrak senilai beberapa juta dolar dari organisasi milik negara untuk pekerjaan di universitas, yang akan dilakukan oleh organisasi yang dia pimpin. Namun, tidak ada indikasi dia telah membuat keuntungan finansial pribadi dari pekerjaan ini.

Dia memegang posisi senior di universitas dan membantu mengarahkan rencana senilai 1,7 miliar dolar AS untuk memperluas kampusnya. Penasihat resmi Katerina di Universitas Negeri Moskow termasuk lima anggota lingkaran dalam Putin. Dua di antaranya mantan perwira KGB yang mengenalnya ketika dia masih balita. Mereka melayani ayahnya pada 80-an ketika dia di Dresden, Jerman Timur.

"Katerina menggambarkan dirinya sebagai pasangan Kirill Shamalov, putra Nikolai Shamalov, teman lama Presiden Putin. Shamalov adalah pemegang saham di Bank Rossiya, yang oleh pejabat AS digambarkan sebagai bank pribadi elite Rusia," kata laporan pada 2015 itu. 

Kirill dan Katerina disebut memiliki kepemilikan perusahaan bernilai sekitar 2 miliar dolar AS, menurut perkiraan yang diberikan kepada Reuters oleh analis keuangan di laporan tersebut. Ini belum termasuk properti dan aset lainnya.

Putri Putin yang lain adalah Maria Vladimirovna Vorontsova, si sulung yang lahir pada 28 April 1985. Maria belajar biologi di Universitas St Petersburg dan kedokteran di Universitas Negeri Moskow.

Menurut penyelidikan Reuters, Maria memimpin program yang didanai pemerintah. Amerika Serikat menyebutkan, Maria telah menerima miliaran dolar dari Kremlin untuk penelitian genetika dan secara pribadi diawasi oleh Putin. Penelitian genetik itu di masa lalu digambarkan oleh Putin sebagai bidang yang akan menentukan masa depan seluruh dunia.

Menurut laporan media Rusia dan Barat, Maria menikah dengan pengusaha Belanda Jorrit Joost Faassen. Dia mengejar karier biomedis yang berspesialisasi dalam sistem endokrin pada tahun 2015 sebagai kandidat doktoral di Pusat Penelitian Endokrinologi di Moskow. Maria juga rekan penulis buku tentang "pengerdilan idiopatik" pada anak-anak.

Suaminya dulu bekerja untuk Gazprombank, pemberi pinjaman besar yang punya hubungan kuat dengan elite di sekitar Putin. Namun, tidak ada perkiraan terkait aset dan kepemilikan mereka.

Reuters tidak dapat segera menghubungi putri Putin, perwakilan mereka atau Kremlin untuk memberikan komentar terkait pernyataan pejabat senior pemerintah AS itu.

Alasan AS Sanksi 2 Putri Putin

Dikutip dari Reuters, seorang pejabat senior pemerintah AS mengatakan, Putin, kroni-kroninya dan para oligarki, menyembunyikan kekayaan serta aset mereka, dengan anggota keluarga yang menempatkan aset dan kekayaan mereka dalam sistem keuangan AS.

"Kami memiliki alasan untuk percaya bahwa Putin, kroni-kroninya, dan para oligarki, menyembunyikan kekayaan mereka, menyembunyikan aset mereka, dengan anggota keluarga yang menempatkan aset dan kekayaan mereka dalam sistem keuangan AS, dan juga di banyak bagian dunia lainnya," kata pejabat senior pemerintah AS itu kepada wartawan.

"Kami percaya bahwa banyak aset Putin disembunyikan dengan anggota keluarga dan itulah mengapa kami menargetkan mereka," kata pejabat yang berbicara tanpa menyebut nama.

Reuters tidak dapat segera menghubungi putri Putin, perwakilan mereka atau Kremlin untuk memberikan komentar terkait pernyataan pejabat senior pemerintah AS itu.

Selain dua putri Putin, sanksi AS yang diumumkan Rabu kemarin juga termasuk putri dan istri Menteri Luar Negeri Rusim Sergei Lavrov. Kemudian, Dmitry Medvedev, mantan presiden dan mantan perdana menteri Rusia serta salah satu sekutu terdekat Putin. Lainnya termasuk Perdana Menteri Rusia Mikhail Mishustin dan Menteri Kehakiman Konstantin Chuychenko.

Biden juga menandatangani perintah eksekutif yang melarang "investasi baru di Federasi Rusia oleh orang Amerika Serikat, di mana pun berada." Ini termasuk larangan modal ventura dan merger.

Sanksi baru lainnya, pemblokiran penuh terhadap Sberbank, lembaga keuangan terbesar Rusia, serta bank swasta terbesarnya, Alfa Bank. Menurut Joe Biden, ini respons atas kekejaman Rusia di Ukraina. 

Sementara Rusia sebelumnya menyangkal sengaja menyerang warga sipil di Ukraina. Gambar mayat di Bucha utara Kiev disengaja dimunculkan untuk membenarkan sanksi lebih banyak terhadap Moskow.

Moskow sebelumnya juga mengatakan, melakukan "operasi militer khusus" yang dirancang untuk demiliterisasi dan denazifikasi Ukraina. Ukraina dan pemerintah Barat menolak itu sebagai dalih palsu untuk invasi Rusia.

Tingkat kekayaan Putin menjadi subjek sensitif di Rusia. Kremlin tahun lalu membantah Putin sebagai pemilik istana mewah di Laut Hitam, seperti yang dituduhkan oleh politisi oposisi Alexei Navalny dalam sebuah video yang menarik banyak penonton di YouTube. 

Sementara Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Februari, sanksi yang diberlakukan terhadap Putin tidak ada gunanya.

"(Putin) cukup acuh tak acuh. Sanksi itu berisi klaim yang tidak masuk akal tentang beberapa aset. Presiden tidak memiliki aset selain yang telah dia nyatakan," kata Peskov. 

Tetapi anggota parlemen AS percaya sebaliknya. Senator AS Sheldon Whitehouse beberapa minggu lalu mengatakan Putin menyimpan uangnya. 

"Putin dan oligarkinya menyimpan uang kotor mereka di negara-negara hukum dengan membeli rumah mewah, kapal pesiar besar, karya seni, dan aset bernilai tinggi lainnya," kata Sheldon Whitehouse beberapa minggu lalu, saat memperkenalkan undang-undang yang menawarkan uang tunai.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut