Situasi Gaza Semakin Mencekam, Hamas Luncurkan Roket Balas Serangan Militer Israel
GAZA, iNews.id - Gempuran tank dan pesawat tempur Israel ke wilayah Gaza dibalas serangan roket milisi Hamas pada Jumat (28/8/2020) pagi waktu setempat. Peperangan dua kubu telah berlangsung selama tiga pekan terakhir meskipun ada upaya mediasi internasional.
AFP melaporkan, sirene peringatan berbunyi sebelum fajar di komunitas Israel di dekat perbatasan ketika serangan udara dilancarkan militer Israel. Serangan tersebut memicu balasan enam roket yang dilepaskan Hamas.
Hamas yang telah menguasai wilayah Gaza sejak 2007 mengatakan roket-roket itu merupakan "respons nyata terhadap meningkatnya ekskalasi yang dipicu penjajah Israel."
Dalam tiga pekan terakhir, jet tempur maupun tank-tank Israel terus menerus melepaskan artileri serta serangan udara ke lokasi yang diduga sebagai fasilitas militer milik Hamas. Tentara Israel (IDF) mengklaim serangan mereka berhasil menghancurkan sejumlah fasilitas vital Hamas seperti gudang senjata, pos pantau sampai bunker penyimpanan logistik.
Hamas Bertekad Akhiri Blokade Israel di Gaza dengan Cara Apa pun
Israel mengatakan serangkaian serangan tersebut sebagai aksi balasan terhadap provokasi Hamas yang mengirimkan balon-balon berisi peledak ke wilayah Israel serta memicu kerusuhan di dekat perbatasan. Pemadam kebakaran Israel mengatakan balon-balon berpeledak tersebut telah menyebabkan lebih dari 400 kebakaran di Israel selatan.
Hamas berdalih balon berpeledak tersebut dikirim sebagai upaya mendesak Israel melonggaran perbatasan dan melakukan gencatan senjata. Namun, sejauh ini tanggapan Israel adalah memperketat blokade.
Serangan Balasan Israel ke Palestina Berlanjut, Tank Hancurkan Pos Intai Hamas
Dampak dari pengetatan oleh Israel memaksa nelayan Palestina di Gaza tak bisa melaut, barang-barang yang melintasi perbatasan sangat dibatasi. Bahkan, penyetopan suplai bahan bakar menyebabkan satu-satunya pembangkit listrik di Gaza berhenti beroperasi.
Gencatan senjata antara Hamas dan Israel sebenarnya tengah dimediasi oleh delegasi asal Mesir. Namun demikian, delegasi itu masih belum menemukan formula yang tepat meredakan ketegangan di perbatasan Israel-Palestina.
Pekan ini, delegasi Qatar Mohammed el-Emadi mengirimkan bantuan sebesar 30 juta dolar AS (Rp439 miliar) ke wilayah tersebut sebelum mengadakan pembicaran dengan pejabat Israel di Tel Aviv.
Sumber yang dekat dengan delegasi Qatar mengatakan Israel telah memberi tahu Emadi bahwa mereka bersedia melanjutkan pengiriman bahan bakar untuk pembangkit listik serta melonggarkan blokade jika serangan balon berpeledak dihentikan.
Editor: Arif Budiwinarto