Sindir Pemerintah Prancis, Iran Minta Warganya Jauhi Area Aksi Protes
TEHERAN, iNews.id - Iran memperingatkan warganya untuk menghindari wilayah yang menjadi titik-titik utama aksi protes di Prancis, Senin (11/12/2018). Kementerian luar negeri (Kemlu) Iran juga memperingatkan agar mereka tak ikut dalam aksi protes di Prancis.
"Warga Iran yang tinggal dan bepergian di Prancis harus mengambil tindakan pencegahan dan serius untuk menahan diri pergi ke pusat-pusat protes dan kekerasan," demikian pernyataan Kemlu Iran, seperti dilaporkan AFP, Selasa (11/12/2018).
Kepala peradilan Iran menyebut tanggapan internasional terhadap kerusuhan "rompi kuning" adalah bukti kemunafikan Barat.
"Jika protes ini terjadi di mana saja kecuali sebuah negara Barat, Anda pasti sudah melihat PBB dan banyak kementerian luar negeri terlibat," tambah kepala kehakiman Sadegh Amoli Larijani, menurut kantor berita Fars.
Dia membandingkan respons internasional dengan reaksi terhadap protes yang melanda puluhan kota Iran setahun yang lalu, yang dipicu oleh berbagai masalah politik dan ekonomi.
"Dalam protes di Iran tahun lalu, para pejabat negara-negara Eropa, termasuk Prancis, membuat keributan dan keributan, dan berulang kali 'menyatakan keprihatinan'," kata Larijani.
"Sekarang lihat bagaimana polisi Prancis memperlakukan orang," tambahnya.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan, hampir 1.800 orang ditahan di seluruh negeri terkait aksi protes jaket kuning terbaru, Sabtu (8/12/2018). Demo akhir pekan lalu itu menjadi aksi unjuk rasa berskala besar dalam beberapa tahun terakhir.
Pada Sabtu (12/10/2018), Polisi menggeledah para pengunjuk rasa yang naik kereta api dan menyita piranti yang mereka baw, mulai dari bola-bola petangue yang terbuat dari logam hingga raket tenis, yang dikhawatirkan akan digunakan sebagai “senjata” dalam demonstrasi.
Editor: Nathania Riris Michico