Siap Perang Panjang, Iran Tutup Pintu Negosiasi dengan AS
TEHERAN, iNews.id - Iran menutup pintu diplomasi terhadap Amerika Serikat (AS) terkait perang yang berlangsung. AS bersama Israel menyerang Iran sejak 28 Februari, hingga kini telah menewaskan lebih dari 1.200 orang.
"Saya tidak melihat ruang lagi untuk diplomasi," kata Kamal Kharazi, penasihat Kebijakan Luar Negeri di Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, kepada CNN, dikutip Selasa (10/3/2026).
Bukan hanya itu, Kharazi juga yakin rezim Iran saat ini bisa melanjutkan perang untuk waktu yang panjang.
Iran merasa dikhianati dua kali oleh AS. Serangan pertama pada 22 Juni 2025 atau 10 hari setelah serangan Israel, berlangsung saat kedua negara dalam perundingan nuklir.
AS Klaim Hancurkan 80% Peluncur Rudal Iran tapi Serangan ke Israel Justru Makin Ganas
Serangan AS tahun ini juga berlangsung saat AS dan Iran menggelar perundingan nuklir.
Trump Sebut Operasi Militer ke Iran Bisa Segera Selesai: Militer AS Terlalu Kuat
Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi juga menegaskan militernya siap melakoni perang panjang melawan AS dan Israel.
Dia memperingatkan, Iran siap sepenuhnya meladeni AS untuk eskalasi lebih lanjut di tengah ketegangan terus mengguncang pasar global.
Militer AS Akan Kawal Kapal-Kapal Tanker Lintasi Selat Hormuz, Iran: Kami Tunggu!
Dia juga menuduh AS sedang merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran dengan harapan bisa menahan guncangan inflasi yang besar.
Atas ancaman itu, Araghchi menegaskan Iran sepenuhnya siap meladeni.
Editor: Anton Suhartono