Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres JD Vance: Israel Berusaha Pengaruhi Kebijakan Politik AS
Advertisement . Scroll to see content

Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:57:00 WIB
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Itamar Ben Gvir menuai kecaman keras dari negara-negara Eropa setelah menyerukan penghancuran seluruh wilayah Lebanon (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Menteri sayap kanan radikal Israel, Itamar Ben Gvir, menuai kecaman keras dari negara-negara Eropa setelah menyerukan penghancuran seluruh wilayah Lebanon. Pernyataan kontroversial itu disampaikan menyusul tewasnya empat tentara Zionis dalam pertempuran dengan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan pada Kamis (17/6/2026).

Ben Gvir bahkan secara terbuka menyerukan agar seluruh Lebanon dibakar. Seruan tersebut langsung memicu gelombang kritik internasional karena dinilai provokatif dan berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah yang masih dilanda konflik.

Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, mengutuk keras pernyataan Ben Gvir. Dia menilai komentar tersebut tidak hanya berbahaya, tetapi juga dapat memicu ketidakstabilan yang lebih luas di Timur Tengah.

"(Pernyataan itu) sejalan dengan serangkaian tindakan panjang menteri keamanan Israel yang berkontribusi dalam menciptakan ketakutan dan ketidakpastian, tidak hanya di Lebanon, tapi juga seluruh Timur Tengah," ujar Eide, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (20/6/2026).

Sebelumnya, empat tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran sengit jarak dekat di Lebanon Selatan pada Kamis (18/6/2026). Kematian para tentara tersebut memicu reaksi keras dari Ben Gvir.

Sehari setelah insiden itu, melalui akun X, Menteri Keamanan Nasional Israel tersebut menyerukannm agar seluruh Lebanon dibumi hanguskan.

Dia juga menyampaikan pernyataan yang lebih kontroversial lagi, “Untuk setiap air mata seorang ibu Israel, seribu ibu Lebanon harus menangis," seruan yang dinilai mendorong lebih banyak pembunuhan terhadap warga Lebanon.

Pernyataan tersebut muncul di tengah situasi yang masih memanas, meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai yang mencakup upaya mengakhiri permusuhan di Lebanon. 

Namun pada Jumat (19/6/2026), AS mengumumkan telah tercapai gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel. Pengumuman itu datang setelah serangkaian serangan terbaru Israel ke Lebanon yang menewaskan sedikitnya 31 orang dan melukai beberapa lainnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut