Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Advertisement . Scroll to see content

Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional

Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:17:00 WIB
Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Pengadilan Spanyol menyelidiki dugaan keterlibatan pejabat militer senior Israel dalam penahanan aktivis kemanusiaan GSF (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MADRID, iNews.id - Pengadilan Nasional Spanyol mulai menyelidiki dugaan keterlibatan pejabat militer senior Israel dalam penahanan aktivis kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF). Dalam proses tersebut, hakim Spanyol juga berkoordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk memastikan apakah kasus tersebut masuk dalam penyelidikan yang sedang dilakukan lembaga yang berbasis di Den Haag, Belanda, itu.

Penyelidikan tersebut menyeret Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Eyal Zamir serta Komandan Angkatan Laut Israel, Ram Rothberg. Keduanya dilaporkan atas dugaan keterlibatan dalam pencegatan kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang membawa sejumlah aktivis internasional, termasuk warga negara Spanyol padam 2025.

Hakim Francisco de Jorge, yang memimpin perkara di Pengadilan Nasional Spanyol, mengatakan pihaknya telah menerima laporan yang diajukan Partai Komunis Spanyol, Partai Federal Kiri Bersatu, serta beberapa aktivis GSF. Namun, penyelidikan untuk sementara hanya dibatasi pada insiden yang melibatkan kapal berbendera Spanyol dalam misi bantuan pada September hingga Oktober 2025, bukan operasi terbaru tahun ini.

Kasus tersebut berkaitan dengan pencegatan kapal-kapal GSF oleh pasukan Israel pada 1 Oktober 2025 saat mengangkut bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza.

Berdasarkan putusan pengadilan, pasukan Israel menaiki sejumlah kapal di perairan internasional yang berjarak sekitar 70 mil laut dari pantai. Beberapa kapal yang dicegat diketahui mengibarkan bendera Spanyol.

Dalam pengaduan yang diterima pengadilan, personel Israel dituduh secara paksa mengambil alih kapal, merusak properti, serta menahan kru secara ilegal, termasuk puluhan warga negara Spanyol yang berada dalam rombongan tersebut.

Para penggugat juga menuduh para aktivis yang ditahan kemudian dibawa ke Penjara Ketziot. Mereka mengklaim para tahanan mengalami penyiksaan serta tidak memperoleh akses terhadap bantuan hukum maupun perlindungan diplomatik selama berada dalam tahanan.

Saat ini, Jaksa Penuntut ICC juga tengah menangani penyelidikan yang lebih luas terkait dugaan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang diduga dilakukan militer Israel di wilayah Palestina. Hasil koordinasi tersebut akan menjadi salah satu dasar bagi Pengadilan Nasional Spanyol dalam menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap para pejabat militer Israel yang dilaporkan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut