Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!
Advertisement . Scroll to see content

Serangan Drone Sembrono AS di Kabul, Menhan Lloyd Austin Diminta Mundur

Jumat, 21 Januari 2022 - 16:18:00 WIB
Serangan Drone Sembrono AS di Kabul, Menhan Lloyd Austin Diminta Mundur
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kelompok Advokasi Muslim Amerika menuntut pejabat Pentagon mengundurkan diri pasca-serangan pesawat tak berawak di Kabul yang menewaskan 10 warga sipil. Salah satunya Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin

Tuntutan datang selang satu hari setelah Pentagon merilis video serangan drone Agustus 2021 lalu. 

"Setiap pejabat Pentagon yang terlibat langsung dalam serangan udara gagal di Afghanistan tahun lalu harus mengundurkan diri, termasuk Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin, kata kelompok advokasi Muslim-Amerika, Kamis (20/1/2022). 

Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) juga menyerukan pengunduran diri setiap pejabat militer yang berperan langsung dalam menyetujui serangan pesawat tak berawak tersebut.

Wakil Direktur Nasional CAIR, Edward Ahmed Mitchell mengatakan, video itu menunjukkan Pentagon melancarkan serangan sembrono hingga menewaskan orang-orang yang tidak bersalah di lingkungan yang padat.

"Serangan ini bukan hanya kejadian langka tapi merupakan salah satu dari sekian banyak serangan pesawat tak berawak yang telah menewaskan orang tak bersalah di rumah, pernikahan dan permakaman Afghanistan, Pakistan, Yaman, dan di tempat lain," kata Mitchell. 

Dia menambahkan, jika Menteri Austin terlibat langsung dalam menyetujui pemogokan, maka dia pun harus mengundurkan diri. 

Departemen Pertahanan menghilangkan hukuman apa pun kepada tentara AS yang terlibat dalam serangan pesawat tak berawak itu. Hal itu lah yang memicu kecaman global.

Serangan pesawat tak berawak 29 Agustus menjadi salah satu serangan terakhir militer AS di Afghanistan sebelum ditarik bersama dengan semua pasukan asing. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut