Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Balas Dendam, Iran Hujani Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain dengan Rudal dan Drone
Advertisement . Scroll to see content

Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:41:00 WIB
Selat Hormuz Membara, Iran Ancam Tembak Kapal-Kapal Tanker yang Tak Patuhi Aturan
Iran memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi instruksi pelayaran di Selat Hormuz (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

DUBAI, iNews.id - Iran memperingatkan akan mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal yang tidak mematuhi instruksi pelayaran di Selat Hormuz. Ancaman itu muncul setelah sebuah kapal tanker menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan Amerika Serikat (AS).

Badan keamanan maritim Inggris, UKMTO, menyatakan sebuah kapal tanker dihantam proyektil pada Sabtu siang sehingga menyebabkan kerusakan pada bagian anjungan kapal. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat.

Pemerintah Iran belum memberikan komentar resmi mengenai laporan serangan tersebut. Namun, stasiun televisi pemerintah Iran melaporkan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) hanya melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang tidak disebutkan identitasnya karena berusaha melintasi Selat Hormuz melalui rute yang tidak disetujui oleh Iran.

Laporan itu juga menyebutkan, setelah insiden tersebut sejumlah kapal lain yang hendak melintas memilih meminta izin kepada otoritas Iran untuk memperoleh jalur pelayaran yang dinilai aman.

Ketegangan terbaru dipicu oleh serangan udara militer AS terhadap beberapa posisi militer Iran di kawasan Selat Hormuz, termasuk stasiun radar, pada Jumat malam waktu setempat. Washington menyebut operasi itu sebagai respons atas serangan drone Iran terhadap kapal kargo yang melintas di kawasan tersebut sehari sebelumnya.

Beberapa jam setelah serangan AS, IRGC membalas dengan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Bahrain. Otoritas Bahrain juga mengonfirmasi adanya serangan drone Iran, sementara pangkalan yang menjadi sasaran merupakan markas Armada Ke-5 Angkatan Laut AS.

AS dan Iran saling menuduh telah melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai yang ditandatangani kedua negara pada 17 Juni lalu.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa operasi militer yang dilakukan merupakan serangan "pertahanan" terhadap target-target militer yang terkait dengan AS.

Sementara itu, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menuduh AS telah melanggar MoU dengan mendukung apa yang disebutnya sebagai pasukan proksi, merujuk pada Israel, di Lebanon. Menurut dia, Lebanon termasuk dalam cakupan kesepakatan damai sehingga dukungan tersebut dianggap sebagai pelanggaran.

Rezaei juga menuding Washington sengaja menciptakan ketegangan di Selat Hormuz. 

Senada dengan itu, Ketua Komite Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, menegaskan setiap pelanggaran terhadap instruksi pelayaran Iran di jalur perairan strategis tersebut akan ditindak tegas.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut