Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gempa Pacitan M 6,4 Telan Korban Jiwa, Sejumlah Rumah Roboh
Advertisement . Scroll to see content

Selandia Baru Turunkan Peringatan Tsunami, Warga Mulai Kembali ke Rumah

Jumat, 05 Maret 2021 - 10:43:00 WIB
Selandia Baru Turunkan Peringatan Tsunami, Warga Mulai Kembali ke Rumah
Selandia Baru menurunkan status peringatan tsunami setelah ancaman gelombang tinggi akibat gempa bumi telah berlalu pada Jumat (5/3/2021) pagi. (Foto: Metro.co.uk).
Advertisement . Scroll to see content

WELLINGTON, iNews.id - Selandia Baru menurunkan status peringatan tsunami setelah ancaman gelombang tinggi akibat gempa bumi dipastikan telah berlalu pada Jumat (5/3/2021) pagi. Seiring penurunan status itu, warga yang dievakuasi diperbolehkan kembali ke rumah.

Sebelumnya, sirene peringatan tsunami dibunyikan dan ribuan warga di pantai timur North Island dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi, setelah gempa susulan ketiga bermagnitudo 8,1 mengguncang wilayah tersebut.

“Sekarang semua orang yang dievakuasi sudah dapat kembali ke rumah mereka," ujar Badan Manajemen Darurat Nasional Selandia Baru (NEMA) dalam informasi terbaru, dikutip dari Reuters, Juat (5/3/2021).

Gempa susulan ketiga bermagnitudo 8,1 mengguncang Kepulauan Kermadec, timur laut North Island, Selandia Baru, dini hari. Ini terjadi tak lama setelah gempa kedua bermagnitudo 7,4 di wilayah yang sama.

Gempa bumi pertama bermagnitudo 7,2 melanda sekitar 900 kilometer di sebelah timur North Island, atau bermagnitudo 6,9 menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat gempa.

Pihak berwenang sebelumnya menyatalam gelombang tsunami bisa mencapai 3 meter di atas permukaan air pasang. Ini membuat ribuan warga di daerah seperti Northland dan Bay of Plenty diungsikan ke daratan yang lebih tinggi. Namun, kini mereka sudah bisa kembali ke rumah.

Linda Tatare, seorang penduduk Teluk Anaura, di pantai timur North Island, mengatakan sekitar 50 komunitas penduduk pergi ke tempat yang lebih tinggi pada Jumat pagi hari.

“Semua orang, dan anjing mereka, ada di atas bukit. Kita aman, kita semua bisa melihat rumah-rumah kita dari sini,” kata Tatare kepada Reuters.

Para ilmuwan mengatakan, rangkaian gempa selama 8 jam pada Jumat itu disebabkan oleh gerakan tektonik di perbatasan lempeng Australia dan Pasifik, bagian dari Cincin Api Pasifik yang diduduki Selandia Baru.

Editor: Zen Teguh

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut