Salah Ambil Botol, Pegawai Hotel Ini Tewas Mengenaskan usai Minum Cat Marmer
ANKARA, iNews.id - Seorang pegawai hotel cantik tewas mengenaskan setelah tak sengaja minum cairan cat marmer. Cairan berbahaya itu tertinggal di samping botol air minumnya.
Ozde Civici (31) terbunuh secara tragis dengan organ bagian dalam rusak parah. Civici merupakan karyawan di Hotel Hitit di Selcuk, Provinsi Izmir, Turki.
Dia mengira botol pemoles marmer sebagai air minum. Peristiwa ini terjadi saat dia bekerja di hotel Senin (27/12/2021) malam.
Civici yang bekerja di departemen hubungan masyarakat hotel saat itu tengah membantu mempromosikan pesta Malam Tahun Baru hotel. Dia membagikan brosur kepada para tamu dan pengunjung untuk acara yang akan datang sebelum kemudian kembali ke kantor untuk minum.
Bocah SD di Toraja Utara Tewas Mengenaskan dalam Kebakaran Ruko
Civici dilaporkan melihat botol plastik di mejanya. Dia mengira itu botol air minum sehingg dengan cepat meneguknya.
Insiden itu menyebabkan dia langsung muntah. Rekan-rekan yang mengetahui kejadian itu dengan cepat meminta bantuan medis.
Dia dibawa ke Rumah Sakit Negara Selcuk. Namun karena kondisinya memburuk, dia dipindahkan ke rumah sakit lain di Izmir.
Sayang nyawa wanita itu tak dapat diselamatkan. Tubuhnya dikirim ke Institut Kedokteran Forensik untuk pemeriksaan mayat.
Media lokal melaporkan cat yang sangat beracun itu merusak organ internalnya segera setelah dia meminumnya. Saat itu belum diketahui zat apa dalam botol itu sampai tes dilakukan setelah dia meninggal.
Polisi membuka penyelidikan atas kematian wanita itu dan memeriksa kantornya. Kesimpulannya, sebotol pemoles marmer telah ditinggalkan di samping sebotol air.
Polisi juga mengambil pernyataan dari pekerja hotel serta pembuat marmer yang tidak disebutkan namanya. Mereka kini sedang diselidiki untuk kemungkinan kelalaian.
Civici dimakamkan di Masjid Tahsinağa ketika keluarga, teman, dan kolega berkumpul untuk mengucapkan selamat tinggal melalui doa pemakaman.
Polisi mengatakan penyelidikan atas kematian pekerja sedang berlangsung. Namun sampai saat ini belum ada orang yang ditahan.
Editor: Umaya Khusniah