Sadis, Pria Ini Mutilasi Tetangga lalu Dijadikan Makanan Kucing
NURSULTAN, iNews.id - Seorang pria dilaporkan membunuh tetangganya lalu memutilasi jasad tersebut untuk dijadikan makanan kucing liar. Pria bernama Arman (33) itu tega menghabisi nyawa tetangga yang juga temannya usai mereka pesta minuman keras.
Insiden mengerikan itu terjadi di Kota Karaganda, Kazakhstan tengah, pada 2 Maret lalu, yang baru saja diungkap polisi. Saat hari kejadian, Arman mengundang temannya Daniyar (37) untuk minum bersama. Mereka membeli beberapa liter vodka sebelum masuk ke apartemen Arman.
Beberapa jam kemudian terjadi cekcok di antara mereka. Saat emosinya semakin tersulut, Arman mengaku mengambil pisau dapur dan menikam Daniyar hingga tewas. Menurut media lokal, Arman memotong-motong tubuh temannya itu selama tiga hari sejak kejadian.
“Tersangka sudah mengaku membunuh korban,” ujar Juru Bicara Kepolisian Kota Karaganda, Bakhytzhan Kudiyarov, dikutip dari The Sun, Kamis (11/3/2201).
Pangeran Saudi Mohammed bin Salman Dilaporkan ke Pengadilan Jerman terkait Pembunuhan Khashoggi
Polisi semula menerima laporan dari kerabat Daniyar, yang mengatakan pria itu hilang sejak keluar dari rumah di hari kejadian. Keluarga mengetahui bahwa Daniyar terakhir kali terlihat memasuki apartemen Arman.
Saat menggerebek apartemen itu, polisi menemukan jenazah korban. Pemandangan yang terjadi sungguh mengerikan. Daging berlumur darah ditemukan di bawah balkon.
Polisi Tangkap 2 Jambret Sadis di Mojokerto dengan Sasaran Ibu Hamil
Saksi, Dmitriy Postnikov, menyebut daging Daniyar dijadikan makanan kucing untuk menghilangkan barang bukti. Daging itu dipotong kecil-kecil. Saksi lain mengatakan, pria itu memang dikenal sebagai pecinta kucing yang berkeliaran di sekitar apartemennya.
“Dia (Arman) melemparkan daging dari jendela balkon ke hewan-hewan yang menunggu di luar,” kata saksi lainnya.
Arman ditangkap dan dijadikan tersangka atas kasus pembunuhan sadis itu. Dia dituntut dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara jika terbukti bersalah. Investigasi masih terus berlanjut.
Editor: Zen Teguh