MOSKOW, iNews.id - Rusia siap memasok senjata dan kendaraan militer kepada negara sekutu anggota blok keamanan CSTO yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Afghanistan. Bahkan Rusia memberikan harga khusus yang murah.
Langkah ini sebagai upaya Rusia mengantisipasi masuknya kelompok militan ke negara-negara Asia Tengah setelah Taliban menguasai Afghanistan.
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
Kantor berita RIA Novosti melaporkan, Rusia menyerukan tindakan bersama dari para sekutunya di Asia Tengah untuk mencegah potensi ancaman keamanan dari Afghanistan.
Blok keamanan CSTO yang dipimpin Rusia akan menggelar latihan perang melibatkan pasukan reaksi cepat di Kirgistan pada 1-9 September.
Turki Dilaporkan Akan Beli Rudal S-400 Rusia Lagi, Abaikan Ancaman Amerika
Presiden Vladimir Putin sebelumnya menegaskan, Rusia tak setuju pengungsi Afghanistan masuk negara-negara tetangganya dengan alasan mereka bisa saja militan yang menyamar.
Dia juga mengkritik gagasan beberapa negara Barat untuk merelokasi pengungsi Afghanistan ke negara-negara Asia Tengah, menunggu proses visa ke Amerika Serikat dan Eropa.
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Bantah Tudingan Rusia Bawa Kabur Uang ke Luar Negeri
"Apakah itu berarti bahwa mereka bisa dikirim tanpa visa ke negara-negara itu, tetangga kita, sementara mereka (Barat) tidak ingin membawa tanpa visa?" kata Putin, kepada kantor berita TASS.
"Kami tidak ingin militan muncul di sini di bawah perlindungan pengungsi," kata Putin mengutip TASS.
Taliban Kuasai Helikopter dan Pesawat Tempur Canggih Buatan AS dan Rusia
Di sisi lain, Rusia sebenarnya negara yang termasuk dekat dengan Taliban. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan para pemimpin Taliban telah menepati janji sejauh ini.
"Kami melihat pernyataan yang dibuat Taliban tentang penghentian pertempuran, pengampunan bagi semua yang terlibat dalam peperangan, perlunya dialog nasional, sedang mereka laksanakan," katanya.
Saat Warga Asing Tinggalkan Afghanistan, Diplomat Rusia Santai Ingin Liburan Musim Panas
Taliban, lanjut dia, sudah membuka kontak dengan mantan presiden Hamid Karzai.
Editor: Anton Suhartono