MOSKOW, iNews.id – Militer Rusia mengklaim telah menangkis serangan Ukraina di selatan Donetsk dan arah Zaporizhzhia, akhir pekan ini. Dikatakan bahwa pasukan Moskow menghancurkan tank, kendaraan lapis baja, dan sejumlah personel militer Kiev.
“Di arah Donetsk Selatan, unit lanjutan dari kelompok pasukan Vostok memukul mundur serangan musuh di daerah Makarivka. Sebuah tank, kendaraan tempur lapis baja, dan tenaga dihancurkan. Setelah menderita kerugian, musuh pun mundur,” kata seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia kepada kantor berita Sputnik, Minggu (25/6/2023).
Pakar Sebut Dewan Perdamaian Hanyalah Fiksi, Israel Terus Serang Gaza dan Lebanon
Menurut dia, serangan Ukraina lainnya di arah Zaporizhzhia juga dipukul mundur. Pasukan Ukraina mundur setelah kehilangan personel dan peralatan tempurnya. Sementara di arah Donetsk Selatan, pasukan Rusia juga membinasakan lebih dari 50 militan Ukraina dan menghancurkan tujuh kendaraan lapis baja.
Sebelumnya, situasi di Rusia sempat memanas karena pemberontakan yang diluncurkan oleh Grup Wagner. Kelompok tentara bayaran itu merasa tidak puas dengan cara Kementerian Pertahanan Rusia memperlakukan mereka selama operasi militer di Ukraina.
Ini Kata Israel soal Pemberontakan Grup Wagner di Rusia
Akan tetapi, rencana pemberontakan itu kemudian dibatalkan oleh bos Wagner, Yevgeny Prigozhin. Dia pun memerintahkan pasukannya untuk kembali ke barak, dan meninggalkan markas Distrik Militer Selatan Rusia di Kota Rostov-on-Don yang sempat diduduki pasukan Wagner.
Batalnya pemberontakan oleh pasukan Wagner menyusul perundingan yang ditengahi oleh Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko. Dengan persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin, kelompok tentara bayaran itu bakal memperoleh jaminan atas keselamatan mereka. Sementara Prigozhin harus mengasingkan diri ke Belarusia.
Kremlin: Pemberontakan Grup Wagner Tak Pengaruhi Operasi Militer Rusia di Ukraina
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan, gejolak yang timbul di dalam negeri Rusia akibat insiden pemberontakan pasukan Wagner, tidak akan berpengaruh terhadap operasi militer Moskow di Ukraina.
Editor: Ahmad Islamy Jamil