Rusia Gempur Ukraina Tanpa Ampun, Presiden Zelensky: Rumah Saya Diincar!
KIEV, iNews.id - Presiden UkrainaVolodymyr Zelensky mengungkapkan Rusia menggempur Ukraina tanpa ampun dalam beberapa hari terakhir, bahkan kantor dan kediaman dinasnya disebut menjadi target serangan.
Zelensky menuding Moskow sedang mempersiapkan serangan terhadap lebih dari 20 pusat pengambilan keputusan di seluruh Ukraina.
Menurut Zelensky, kantor kepresidenan, gedung-gedung pemerintah, hingga pos komando militer masuk dalam daftar target Rusia. Dia menegaskan setiap serangan Moskow tidak akan dibiarkan tanpa balasan.
Serangan besar-besaran Rusia itu juga salah satu apartemen 9 lantai di blok Distrik Darnytskyi, Kiev, ambruk dan menewaskan sedikitnya 24 orang. Tiga anak dilaporkan turut menjadi korban tewas dalam serangan tersebut.
Rusia membombardir Ibu Kota Kiev selama 3 hari terakhir menggunakan rudal dan drone.
Angkatan Udara Ukraina bahkan menyebut serangan itu sebagai yang terbesar sejak perang kedua negara pecah empat tahun lalu.
Sepanjang Rabu dan Kamis (13-14/5/2026), Rusia meluncurkan lebih dari 1.400 drone dan 56 rudal ke Ukraina. Sebagian besar serangan diarahkan ke Kiev.
Gelombang serangan tersebut terjadi beberapa hari setelah Rusia mengancam akan menggempur Ukraina habis-habisan jika menyerang parade Victory Day di Lapangan Merah, Moskow, pada 9 Mei.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata Rusia-Ukraina selama tiga hari, yakni 9 hingga 11 Mei, terkait peringatan Victory Day.
Militer Rusia kala itu menyatakan unit-unit garis depan siap melancarkan serangan rudal besar-besaran ke jantung Kota Kiev jika parade tersebut diganggu.
Pada 9 Mei, Rusia meluncurkan 43 drone dan sejumlah rudal balistik ke Ukraina, disusul 27 drone lainnya pada 10 Mei. Setelah masa gencatan senjata berakhir, serangan meningkat drastis.
Pada malam 11 Mei, Rusia kembali menyerang menggunakan 216 drone. Serangan kemudian meningkat menjadi 892 drone pada malam 12 Mei hingga siang 13 Mei.
Serangan pada 13-14 Mei disebut paling brutal karena melibatkan 675 drone dan 56 rudal sekaligus.
Pejabat Rusia menyatakan seluruh serangan itu merupakan balasan atas gempuran Ukraina saat Victory Day. Sebaliknya, Ukraina menuduh Rusia telah melanggar kesepakatan gencatan senjata.
Zelensky mengatakan militer Ukraina langsung membalas serangan tersebut dengan menargetkan industri minyak serta fasilitas produksi militer Rusia.
Pada Jumat (15/5/2026), Ukraina juga melancarkan serangan drone jarak jauh terhadap infrastruktur energi dan militer di sejumlah wilayah Rusia.
Sedikitnya empat orang, termasuk seorang anak, tewas akibat serangan drone Ukraina di Kota Ryazan. Drone Ukraina juga menghantam salah satu kilang minyak terbesar di wilayah tersebut.
Editor: Anton Suhartono