Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Rusia dan Belarusia Perpanjang Latihan Perang di Utara Ukraina

Minggu, 20 Februari 2022 - 19:29:00 WIB
Rusia dan Belarusia Perpanjang Latihan Perang di Utara Ukraina
Pasukan militer Rusia dan Belarusia ambil bagian dalam latihan militer gabungan di Wilayah Brest, Belarusia, Sabtu (19/2/2022). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MINSK, iNews.idRusia dan Belarusia memperpanjang latihan militer bersama di utara Ukraina. Sedianya, latihan perang itu berakhir pada Minggu (20/2/2022) ini.

Langkah tersebut dinilai semakin mengintensifkan tekanan pada Ukraina, ketika para pemimpin Barat memperingatkan invasi Moskow terhadap Kiev bakal segera terjadi.

Menteri Pertahanan Belarusia, Viktor Khrenin mengatakan, keputusan untuk memperpanjang latihan gabungan itu diambil sehubungan dengan peningkatan aktivitas militer di dekat perbatasan luar Rusia dan Belarusia. Situasi itu menyusul meningkatnya ketegangan di wilayah Donbas di Ukraina Timur.

Jumlah tentara Rusia di Belarusia diperkirakan mencapai 30.000 personel. NATO pun menyebut Moskow dapat menggunakan mereka sebagai bagian dari pasukan invasi untuk menyerang Ukraina. 

Rusia sudah berulang kali menyangkal tuduhan Barat soal rencana Moskow menyerang Ukraina itu.

Dala wawancara dengan BBC yang disiarkan pada Minggu ini, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin mungkin tidak mampu berpikir logis, sehingga ancaman sanksi Barat dirasa tidak cukup untuk mencegah invasi Moskow ke Ukraina.

“(Sanksi) itu mungkin tidak cukup untuk menghalangi seorang aktor irasional (Putin) dan kami harus menerima saat ini bahwa Vladimir Putin mungkin berpikir secara tidak logis tentang ini dan tidak melihat bencana di depan,” kata Johnson.

Reporter Reuters melaporkan, ada ledakan yang terdengar di pusat Donetsk, sebuah kota yang terletak di wilayah Donbas di Ukraina Timur. Wilayah itu dikendalikan oleh kelompok separatis yang didukung Rusia.

Selain itu, ada juga penembakan besar-besaran di tempat lain di Donbas pada hari sebelumnya.

Dalam beberapa bulan terakhir, Barat terus menyiarkan propaganda bahwa Rusia sedang dalam persiapan untuk melakukan invasi ke Ukraina.  Namun, Moskow berkeras bahwa tidak memiliki niat menginvasi negara itu. Rusia juga menekankan bahwa mereka memiliki hak untuk memindahkan pasukannya ke mana saja di dalam wilayahnya sendiri.

Moskow juga telah menyatakan keprihatinan atas aktivitas militer NATO di dekat perbatasannya dan dukungan militer yang sedang berlangsung dari Ukraina, termasuk peningkatan jumlah instruktur Barat di wilayah Donbas yang memisahkan diri dari Kiev.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut