Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Kabar Rusia Bantu Iran Perang Lawan AS-Israel, Trump: Tak Pengaruh!
Advertisement . Scroll to see content

Roket Buatan Rusia Nyaris Hantam Kedubes AS di Irak, Pembalasan atas Serangan ke Iran

Minggu, 08 Maret 2026 - 10:38:00 WIB
Roket Buatan Rusia Nyaris Hantam Kedubes AS di Irak, Pembalasan atas Serangan ke Iran
Roket Katyusha buatan Rusia nyaris saja menghantam Kedubes Amerika Serikat di Baghdad, Irak, Sabtu (7/3) malam (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BAGHDAD, iNews.id - Roket Katyusha nyaris saja menghantam Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di Baghdad, Irak, Sabtu (7/3/2026). Sebelum serangkaian serangan itu, sirine peringatan serangan di Baghdad meraung menyebabkan situasi mencekam.

Saksi mata mengatakan, ledakan keras terdengar di sekitar Kedubes AS sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Suara raungan sirine tanda peringatan memberi waktu beberapa menit kepada warga sekitar untuk berlindung.

Seorang sumber pejabat keamanan senior Irak mengatakan kepada Reuters, sistem pertahanan C-RAM menjatuhkan salah satu roket buatan Rusia itu. Dilaporkan tidak ada roket yang mendarat di dalam area kedubes.

Dia mengatakan, tidak ada korban dari pihak AS dalam serangan yang dilancarkan kelompok proksi Iran tersebut.

Perdana Menteri Irak Mohammed Shia Al Sudani memerintahkan pasukan keamanan melacak pihak yang meluncurkan proyektil tersebut. 

"Kelompok-kelompok nakal yang bertindak melanggar hukum dan tidak mewakili kehendak rakyat Irak," bunyi pernyataan kantor perdana menteri.

Serangan tersebut juga menunjukkan, milisi Irak telah memperluas target ke luar pangkalan militer AS di Kurdistan serta kepentingan energi AS.

Serangan terhadap kedubes ini merupakan yang pertama kali dalam lebih dari 2 tahun. Serangan terakhir terjadi pada akhir 2023. Saat itu tujuh mortir mendarat di kompleks kedubes di tengah gelombang serangan oleh milisi sekutu Iran terhadap aset AS di Irak dan Suriah atas dukungan Washington untuk Israel dalam perang di Gaza.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut