Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Kedubes Azerbaijan di Kiev Hancur akibat Terkena Rudal Ukraina bukan Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Resolusi PBB Sebut Nagorno-Karabakh Milik Azerbaijan, PM Pashinyan Ngotot Tanah Armenia

Jumat, 09 Oktober 2020 - 20:09:00 WIB
Resolusi PBB Sebut Nagorno-Karabakh Milik Azerbaijan, PM Pashinyan Ngotot Tanah Armenia
Nikol Pashinyan (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

ANKARA, iNews.id - Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan bersikeras Nagorno-Karabakh yang kini menjadi medan pertempuran separatis Armenia dengan pasukan Azerbaijan merupakan milik negaranya.

Padahal Nagorno-Karabakh jelas berada di wilayah Azerbaijan serta diakui oleh hukum internasional, termasuk di dalamnya resolusi PBB.

Dia juga membela invasi negaranya di Nagorno-Karabakh dan sekitarnya selama puluhan tahun.

Dalam wawancara dengan Jonah Fisher dari BBC, Pashinyan mengatakan Karabakh merupakan tanah Armenia serta 80 persen populasi wilayah itu ditinggali etnis Armenia.

Pernyataan itu jelas bertolak belakang dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev yang menyebut Armenia harus memenuhi hukum internasional dengan menarik diri dari wilayah yang diduduki. Setelah itu etnis Armenia diperbolehkan menikmati semua hak dan keistimewaan sebagaimana perwakilan bangsa lain yang tinggal di Azerbaijan.

Pashinyan bersikeras pendudukannya terhadap Karabakh sudah tepat. Padahal empat resolusi Dewan Keamanan PBB yakni Nomor 822, 853, 874, dan 884, dua resolusi Sidang Umum PBB, serta keputusan organisasi internasional, termasuk Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE), menuntut penarikan segera seluruh pasukan Armenia tanpa syarat.

"Sebagian besar wilayah Azerbaijan masih diduduki oleh pasukan Armenia, dan pasukan separatis masih menguasai wilayah Nagorno-Karabakh," demikian isi resolusi PACE 1416 yang diadopsi pada 25 Januari 2005.

Pashinyan pun mengomentari bahwa hukum internasional tak menyebutkan soal pendudukan Armenia.

"Tidak ada hukum internasional seperti yang Anda kutip. Semua orang mengutip resolusi Majelis Umum PBB tetapi sayangnya sangat sedikit orang yang telah membacanya. Tidak ada apa pun di dalamnya yang mengatakan bahwa Armenia telah menduduki apa pun. Ini bukan kasusnya," kata Pashinyan.

Menanggapi hal itu, Fisher menegaskan resolusi mengatakan Karabakh Atas (Nagorno-Karabakh) merupakan milik Azerbaijan.

"Wilayah itu seharusnya milik Azerbaijan. Ada dalam resolusinya, itu milik Azerbaijan. Mari kita perjelas," kata Fisher.

Namun Pashinyan mengubah arah pembicaraan dengan menyebut warga Armenia di Karabakh menghadapi eksistensial. Menurut dia, jika militer Azerbaijan menang dalam pertempuran terbaru, ini berarti terjadi genosida terhadap etnis Armenia.

Pertempuran terbaru terjadi sejak 27 September atau sudah berlangsung 13 hari. Sedikitnya 400 orang tewas dari pihak miiliter Armenia serta warga sipil kedua pihak. Azerbaijan tak merilis jumlah pasukannya yang tewas.

Data resmi Azerbaijan mengungkap, sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan Armenia selama sekitar 30 tahun.

Lebih dari 1 juta warga Azerbaijan mengungsi di dalam negeri, sementara 20.000 lainnya menjadi martir pasukan Armenia, serta 50.000 lainnya terluka.

Setidaknya 4.000 warga Azerbaijan dilaporkan hilang dalam konflik tersebut dan lebih dari 2.000 lainnya ditangkap dan disandera oleh pasukan Armenia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut