Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemlu Pastikan RI Diundang Iran Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Utus Dubes di Teheran
Advertisement . Scroll to see content

Ratusan Ribu Warga Iran Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Duka Selimuti Teheran

Minggu, 05 Juli 2026 - 10:26:00 WIB
Ratusan Ribu Warga Iran Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei, Duka Selimuti Teheran
Ratusan ribu warga Iran memadati Teheran untuk mengikuti prosesi pemakaman Ali Khamenei pada Sabtu (4/7/2026). (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id – Ratusan ribu warga Iran memadati Teheran untuk mengikuti rangkaian pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi IranAli Khamenei pada Sabtu (4/7/2026) waktu setempat. Suasana duka menyelimuti ibu kota ketika para pelayat mengiringi peti jenazah Khamenei sambil menyerukan balas dendam terhadap Israel dan Amerika Serikat (AS).

Peti jenazah Khamenei yang dibalut bendera Iran ditempatkan di dalam kotak kaca dan disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran. Para pelayat tampak menangis hingga memukul dada sebagai simbol duka dalam tradisi Syiah.

Pemakaman Khamenei yang wafat pada usia 86 tahun akibat serangan udara Israel pada 28 Februari lalu menjadi momen penting bagi Republik Islam Iran. Upacara tersebut juga dinilai memperkuat legitimasi kepemimpinan Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di tengah situasi keamanan kawasan yang masih memanas.

Di antara para pelayat, Masoumeh Mohammadi mengaku kehilangan sosok yang dianggap sebagai pemimpin sekaligus figur ayah bagi rakyat Iran.

"Imam Khamenei adalah jantung hati kami, sosok ayah bagi kami, segalanya bagi kami. Saya masih tidak percaya mereka telah menjadikannya syahid. Kami tidak akan berhenti sebelum membalas kematiannya," ujar Mohammadi dilansir dari AP, Minggu (5/7/2026).

Peti jenazah Khamenei disandingkan dengan peti jenazah sejumlah anggota keluarganya yang turut tewas dalam serangan udara tersebut. Gambar Khamenei juga terpampang di berbagai sudut Kota Teheran selama masa berkabung nasional.

Pengamanan diperketat di sekitar lokasi pemakaman. Polisi bersenjata berjaga di sejumlah titik, sementara para pelayat harus melewati pemeriksaan detektor logam sebelum memasuki kawasan Grand Mosalla. 

Di tengah cuaca musim panas, para relawan membagikan air dan menyemprotkannya ke arah kerumunan untuk mengurangi hawa panas.

Salah seorang pelayat, Ali Kazemi, mengatakan kehadirannya dalam pemakaman merupakan bentuk dukungan terhadap negara dan sistem pemerintahan Iran.

"Kami menghadiri pemakaman ini untuk menunjukkan bahwa kami semua berkomitmen membela negara dan agama kami," katanya.

Di tengah prosesi pemakaman, ketegangan Iran dengan negara-negara Barat kembali meningkat. Kepala negosiator Iran, Kazem Gharibabadi, memperingatkan Inggris dan Prancis menyusul pernyataan kedua negara yang membuka kemungkinan patroli bersama di Selat Hormuz.

"Keamanan Hormuz merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir. Pihak-pihak pembuat krisis akan dimintai pertanggungjawaban atas konsekuensi tindakan nekat mereka," tulis Gharibabadi melalui media sosial X.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya di South Dakota menyatakan Iran ingin segera mengakhiri konflik.

"Kami telah menghajar Iran habis-habisan. Mereka sangat ingin berdamai. Kami memberi mereka waktu jeda seminggu untuk keperluan pemakaman," kata Trump.

Prosesi pemakaman Ali Khamenei dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari. Jenazahnya akan dibawa ke sejumlah kota di Iran dan Irak sebelum dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad pada Kamis (9/7/2026) mendatang. 

Pemerintah Iran juga menutup sejumlah ruas jalan, wilayah udara, dan menghentikan berbagai aktivitas selama masa berkabung nasional.

Editor: Rizky Agustian

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut