Ratusan Orang Beri Penghormatan Terakhir untuk Presiden Vietnam
HANOI, iNews.id - Ratusan orang memberi penghormatan terakhir untuk Presiden Vietnam Tran Dai Quang. Sebagian besar warga berkumpul dengan mengenakan pakaian hitam sambil menangis, menyalakan dupa, dan meletakkan karangan bunga, pada Rabu (26/9/2018).
Presiden Tran Dai Quang meninggal dalam usia 61 tahun pada Jumat (21/9/2018) setelah menderita sakit cukup lama.
Para pejabat, polisi, kerabat, dan biarawan dengan jubah emas hadir dan berbaris panjang di Gedung Pemakaman Nasional di Hanoi, tempat peti mati Quang berada. Terdapat foto ukuran besar pemimpin tersebut.
Quang, seorang anggota Partai Komunis yang berkuasa, menghabiskan lebih dari 40 tahun berkecimpung sebagai aparat pemerintah sebelum menjadi presiden pada 2016.
Sakit Parah, Presiden Vietnam Sempat Tersandung saat Menyambut Jokowi
Kepresidenan adalah sebagian besar peran seremonialnya. Quang dipuji karena kesetiaannya dan rasa patriotisme yang tinggi.
Keluarganya hadir dengan mengenakan baju hitam dan ikat kepala putih, dan menyambut para pelayat.
Meninggal di Usia 61 Tahun, Ini Sosok Presiden Vietnam Tran Dai Quang
"Dia mengabdikan seluruh hidupnya dan membuat banyak kontribusi untuk membuat revolusi nasional. Kematiannya adalah kerugian besar bagi partai, negara, dan warga kami," kata Wakil Perdana Menteri Truong Hoa Binh, seperti dilaporkan AFP.
Para pejabat tinggi partai turut menghadiri pemakaman, termasuk Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc dan ketua Partai Komunis Nguyen Phu Trong, yang menyalakan dupa dan membungkuk di hadapan peti mati.
Foto-Foto Semasa Hidup Presiden Vietnam Tran Dai Quang
Beberapa pejabat asing juga memberikan penghormatan, termasuk Perdana Menteri Kamboja Hun Sen yang mengenal Quang sejak mereka bertempur bersama untuk menggulingkan organisasi komunis Kamboja.
Wakil Presiden Vietnam, Quang Dang Thi Ngoc Thinh, menangis dalam upacara pemakaman. Kini dia menjadi presiden sekaligus pemimpin perempuan pertama di Vietnam.
Presiden Vietnam Meninggal Dunia
"Sulit untuk percaya bahwa Anda akan benar-benar pergi untuk selamanya. Saya harap Anda istirahat dengan damai di dunia yang kekal," tulisnya, dalam buku bela sungkawa.
Para pejabat mengatakan Quang meninggal karena "virus langka" dan mencari pengobatan selama lebih dari satu tahun di Jepang.
Dia tampak kurus dan pucat dalam beberapa pekan terakhir, meski terus bekerja sampai akhir hidupnya, bahkan menjadi tuan rumah acara publik dua hari sebelum kematiannya.
"Saya tidak mengerti mengapa dia bekerja sampai hampir hari terakhir. Jika dia adalah orang biasa, dia akan memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menikmati menit-menit terakhirnya," kata penduduk lokal, Nga, kepada AFP.
Quang memiliki reputasi sebagai pemimpin garis keras baik di dalam maupun luar negeri. Dia dipandang sebagai pihak yang sulit menerima perbedaan pendapat dan mengundang kecaman karena mengawasi tindakan keras terhadap aktivis dan blogger sejak menjadi presiden pada 2016.
Dia juga mendukung kampanye antikorupsi yang menyebabkan puluhan mantan pejabat dan eksekutif dan dipenjara dalam dua tahun terakhir.
Quang akan dimakamkan di kota kelahirannya di Provinsi Ninh Binh pada Kamis (26/9/2018), sekaligus mengakhiri dua hari berkabung nasional.
Editor: Nathania Riris Michico