Ranil Wickremesinghe Gantikan Rajapaksa Jadi Presiden Sri Lanka, Ini Janjinya kepada Rakyat
KOLOMBO, iNews.id - Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe, Jumat (15/7/2022), dilantik sebagai penjabat presiden setelah Gotabaya Rajapaksa mengundurkan diri. Rajapaksa mengundurkan diri dengan menyerahkan surat melalui email dari tempat pelarian di Singapura pada Kamis malam. Parlemen Sri Lanka menerima pengunduran dirinya hari ini.
Dalam pernyataannya kepada publik Wickremesinghe mengatakan akan mengikuti proses peralihan kepemimpinan dengan mengikuti Konstitusi. Dia juga berjanji akan menegakkan hukum serta ketertiban di negaranya setelah berbulan-bulan dilanda demonstrasi besar menuntut pengunduran diri Rajapaksa.
Sri Lanka dilanda krisis ekonomi yang parah hingga membuat negara itu bangkrut pada Mei lalu lantaran gagal membayar utang luar negerinya. Bukan hanya itu, Sri Lanka dilanda krisis bahan bakar dan bahan makanan yang semakin menyengsarakan warga. Puncaknya pada akhir pekan lalu, ribuan orang menggeruduk kediaman dinas Rajapaksa di Kolombo.
Dia juga mengajak seluruh anggota parlemen merapatkan barisan dan mencapai konsensus guna membentuk pemerintahan baru yang mewakili semua semua partai.
Kisah Gotabaya Rajapaksa, Presiden Sri Lanka yang Disebut Penjahat oleh Rakyat
Sebelumnya ketua parlemen Mahinda Yapa Abeywardena menerima surat pengunduran diri Rajapaksa. Dia mengajak semua komponen bangsa untuk bersatu guna menghadirkan pemimpin yang diterima semua kalangan.
"Dari titik ini, kita akan bergerak untuk menunjuk presiden baru secara konstitusional. Ini akan berlangsung secara cepat dan sukses. Saya meminta kepada seluruh rakyat untuk mendukung proses ini," kata Abeywardena.
Kabur ke Maladewa, Presiden Sri Lanka Malah Diusir Rakyat dan Disebut Penjahat
Dia berharap proses pemilihan presiden yang baru bisa berlangsung dalam 7 hari. Anggota parlemen akan bersidang pada Sabtu besok, sementara pemungutan suara di parlemen untuk menentukan presiden diperkirakan berlangsung pada 20 Juli.
Wickremesinghe yang juga sekutu dekat Rajapaksa digadang-gadang akan diusung partai berkuasa untuk kembali maju dalam pemilihan. Calon lainnya datang dari oposisi yakni Sajith Premadasa dan kandidat kuda hitam adalah anggota parlemen senior Dullas Alahapperuma.
Editor: Anton Suhartono